FAPETUNIPAFAPETUNIPA

Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science)Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi limbah pabrik gula, yaitu bagasse dan molase, sebagai campuran kotoran sapi sebagai substrat dalam fermentasi metanogenik. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan, yaitu P0 sebagai kontrol (100% kotoran sapi), dan pada perlakuan lain menggunakan campuran perbandingan kotoran sapi: bagasse: molase, yaitu P1 (50:20:30), P2 (50:30:20), dan P3 (50:40:10). Parameter yang diukur adalah nitrogen, karbon, rasio C/N, dan nilai pH. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik. Hasil menunjukkan bahwa P3, yaitu campuran substrat (50:40:10), memiliki nilai rata-rata kandungan nitrogen, karbon, rasio C/N, dan nilai pH yang tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Rasio C/N pada P3 sebesar 24,47 mendekati rasio C/N ideal untuk fermentasi metanogenik, yaitu 25. Nilai pH pada perlakuan P3 sebesar 7,05 juga memenuhi standar untuk proses fermentasi, yaitu berkisar antara 6,6 hingga 7,6.

Pada perlakuan P3 dengan perbandingan kotoran sapi.10 memiliki potensi yang tinggi untuk digunakan sebagai substrat dalam proses fermentasi metanogenik.Hal ini dikarenakan perlakuan P3 memiliki nilai rata-rata rasio C/N sebesar 24,47 dan nilai pH sebesar 7,05, yang sesuai dengan kebutuhan kandungan bahan organik dalam fermentasi metanogenik.Rasio C/N dan nilai pH tersebut merupakan parameter utama dalam mekanisme proses fermentasi metanogenik, dengan standar ideal masing-masing adalah 25 dan 6,6-7,6.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan untuk mengukur secara langsung jumlah dan kualitas gas metana yang dihasilkan dari campuran P3 (50:40:10) untuk membuktikan keunggulannya dibandingkan campuran lain dalam aplikasi nyata produksi energi. Karena penelitian ini baru sebatas analisis kelayakan kimia awal, uji coba dalam reaktor digester skala laboratorium selama periode waktu tertentu akan menjadi langkah krusial untuk memvalidasi produktivitas aktual. Selain itu, sangat penting untuk mengeksplorasi potensi limbah pertanian lokal lain yang melimpah, seperti jerami padi atau tongkol jagung, sebagai alternatif pengganti bagasse atau molase. Penelitian ini bisa menjawab pertanyaan apakah kombinasi bahan baru tersebut mampu memberikan hasil fermentasi yang lebih optimal atau bahkan lebih ekonomis, sehingga meningkatkan fleksibilitas dan keberlanjutan sumber daya. Terakhir, sangat relevan untuk secara mendalam meneliti bagaimana pengaruh berbagai suhu operasional, misalnya pada kondisi mesofilik (suhu sedang) dan termofilik (suhu tinggi), terhadap kecepatan dan total produksi biogas dari campuran P3. Tujuannya adalah untuk menemukan kondisi proses yang paling efisien dan stabil, yang pada akhirnya akan membawa temuan dasar ini ke tahap aplikasi teknologi yang lebih praktis dan siap diadopsi oleh masyarakat luas.

  1. #rumah potong hewan#rumah potong hewan
  2. #kepuasan konsumen#kepuasan konsumen
Read online
File size354.5 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-1Z6
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test