FAPETUNIPAFAPETUNIPA

Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science)Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science)

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi isi rumen sapi dari rumah potong hewan sebagai pakan ruminansia di Kabupaten Manokwari, ditinjau dari kuantitas (berat segar dan berat kering), kualitas (kandungan BK dan BO), serta karakteristik fisiknya. Data penelitian dianalisis menggunakan tabulasi dan Uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap sapi yang dipotong menghasilkan rata-rata isi rumen seberat 8.507,88 g berat segar atau 1.127,16 g berat kering dengan kandungan bahan kering (BK) 89,14% dan bahan organik (BO) 89,83%. Rata-rata pemotongan sapi harian sebanyak 5 ekor, sehingga isi rumen yang dihasilkan per hari adalah 10.595,8 g (10,596 kg) berat segar atau 5.635,8 g (5,636 kg) berat kering, dengan ketersediaan BK 5,024 kg dan BO 4,513 kg. Karakteristik isi rumen setelah dikeringkan adalah berwarna coklat kekuningan, tekstur bervariasi dari halus hingga kasar, dan beraroma khas rumen atau rumput kering.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa setiap sapi yang dipotong menghasilkan rata-rata isi rumen 8.127,16 g berat kering, dengan kandungan bahan kering (BK) 89,14% dan bahan organik (BO) 89,83%.Dengan rata-rata pemotongan lima ekor sapi per hari di Kabupaten Manokwari, tersedia 5 kg BK isi rumen yang berpotensi sebagai pakan untuk seekor sapi berbobot 200 kg, sepuluh ekor kambing berbobot 20 kg, atau 10% efisiensi ransum ayam broiler.Isi rumen yang dihasilkan memiliki karakteristik berwarna coklat hingga kekuningan, tekstur bervariasi halus sampai kasar, dan beraroma khas rumen atau rumput kering setelah dikeringkan.

Mengacu pada temuan dan dugaan dalam penelitian ini, beberapa arah studi lanjutan yang sangat relevan dapat dipertimbangkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan isi rumen sapi. Pertama, penelitian mendalam diperlukan untuk menginvestigasi secara empiris dugaan praktik glonggongan (sapi diberi minum berlebihan sebelum pemotongan) di RPH Manokwari. Studi ini dapat mengukur secara kuantitatif dan kualitatif dampak glonggongan terhadap volume, berat segar, berat kering, serta komposisi nutrisi isi rumen, guna memahami sejauh mana praktik ini memengaruhi potensi limbah tersebut sebagai sumber pakan. Kedua, mengingat variasi karakteristik isi rumen yang ditemukan, penelitian selanjutnya harus fokus pada identifikasi sistematis hubungan antara jenis pakan yang dikonsumsi sapi – misalnya, pola penggembalaan di bawah naungan kelapa sawit versus hijauan alami – dengan profil nutrisi dan karakteristik fisik isi rumen. Pemahaman ini krusial untuk menentukan standar kualitas isi rumen berdasarkan diet ternak dan menyesuaikan aplikasi penggunaannya. Ketiga, untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan isi rumen, perlu dilakukan studi komparatif terhadap berbagai metode pengolahan dan pengawetan. Ini dapat mencakup eksplorasi teknik fermentasi dengan inokulan spesifik, metode pengeringan terkontrol untuk mempertahankan nutrisi optimal, atau pengembangan formulasi pelet. Tujuan utamanya adalah untuk mengevaluasi pengaruh metode-metode ini terhadap nilai gizi, daya cerna, serta tingkat palatabilitas isi rumen yang telah diolah, sehingga dapat dihasilkan produk pakan alternatif yang efisien, aman, dan berkelanjutan bagi ternak ruminansia maupun non-ruminansia.

  1. #berat segar total#berat segar total
Read online
File size626.45 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-1Z5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test