UnlaUnla

Almana : Jurnal Manajemen dan BisnisAlmana : Jurnal Manajemen dan Bisnis

Sebagai respons terhadap kekhawatiran yang meningkat mengenai *quiet quitting*, terutama di kalangan Generasi Z, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana penarikan diri perilaku dan keterlibatan proaktif membentuk kinerja karyawan di lingkungan agen kreatif. Penelitian kuantitatif ini menyelidiki pengaruh *quiet quitting*, dukungan karir yang dirasakan, dan keterlibatan kerja terhadap kinerja karyawan Gen Z. Data dikumpulkan melalui survei terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda terhadap 125 responden untuk menentukan daya prediktif masing-masing variabel. Hasilnya menunjukkan dengan jelas bahwa meskipun *quiet quitting* berdampak negatif pada kinerja, baik dukungan karir yang dirasakan maupun keterlibatan kerja memainkan peran yang signifikan dan positif dalam meningkatkannya. Di antara ketiga prediktor, keterlibatan kerja muncul sebagai faktor yang paling berpengaruh, yang menegaskan pentingnya memupuk koneksi psikologis yang mendalam dengan pekerjaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa *quiet quitting* berdampak negatif pada kinerja, sementara dukungan karir yang dirasakan dan keterlibatan kerja secara signifikan meningkatkannya.Di antara ketiga prediktor, keterlibatan kerja merupakan faktor paling berpengaruh, yang menekankan pentingnya membangun koneksi psikologis yang mendalam antara karyawan Gen Z dengan pekerjaan mereka.Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi untuk secara aktif mencegah *quiet quitting* melalui komunikasi terbuka, program dukungan karir yang terstruktur, dan upaya meningkatkan keterlibatan kerja melalui otonomi dan pengakuan.

Penelitian selanjutnya bisa menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam untuk benar-benar memahami alasan dan perasaan di balik fenomena *quiet quitting* dari sudut pandang karyawan Gen Z sendiri, bukan hanya sekadar angka dari survei. Ini akan membuka wawasan baru tentang apa yang sebenarnya membuat mereka memutuskan untuk hanya bekerja seperlunya dan bagaimana organisasi bisa meresponsnya secara empatik. Selain itu, sangat menarik untuk melakukan studi komparatif antara Generasi Z dan generasi pekerja lainnya seperti Milenial untuk melihat apakah dampak dari dukungan karir dan keterlibatan kerja terhadap kinerja benar-benar berbeda secara signifikan antar generasi. Penelitian ini bisa menjawab pertanyaan, apakah Milenial juga akan *quiet quitting* jika tidak mendapat dukungan, atau apakah mereka memiliki cara mengekspresikan ketidakpuasan yang berbeda. Lebih lanjut lagi, penelitian yang akan datang juga perlu menguji temuan ini di berbagai sektor industri lain, misalnya di bidang teknologi, perbankan, atau manufaktur, untuk mengetahui apakah faktor-faktor ini tetap menjadi penentu utama kinerja di luar lingkungan agen kreatif yang khas dan menuntut kreativitas. Dengan memperluas cakupan ke berbagai industri dan generasi, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, umum, dan tidak terbatas pada satu konteks spesifik saja.

  1. Gen Z at Work: The Roles of Quiet Quitting, Career Support, and Engagement in Shaping Performance | Almana... doi.org/10.36555/almana.v9i2.2883Gen Z at Work The Roles of Quiet Quitting Career Support and Engagement in Shaping Performance Almana doi 10 36555 almana v9i2 2883
  1. #service quality#service quality
  2. #turnover intention#turnover intention
Read online
File size221.62 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1VY
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test