POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG
Nursing ArtsNursing ArtsSalah satu proses evaluasi kesiapan praktik klinik mahasiswa adalah melalui ujian OSCE. Ujian OSCE sering memicu kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur, yang kemudian kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu konsentrasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur mahasiswa profesi ners angkatan 12 menjelang ujian OSCE di Universitas Widya Nusantara. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa profesi ners angkatan 12 di Universitas Widya Nusantara sebanyak 59 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis menggunakan uji person Chi-Square. Hasil penelitian dari 59 responden didapatkan bahwa responden yang mengalami kecemasan tinggi dengan kualitas tidur yang buruk sebanyak 25 responden (42,4%). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur mahasiswa profesi ners angkatan 12 menjelang ujian OSCE di Universitas Widya Nusantara dengan nilai p=0,021. Saran untuk mahasiswa profesi ners dapat melakukan teknik relaksasi dan distraksi berupa tarik napas dalam atau mendengarkan musik yang bisa membuat tenang dan nyaman.
Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur mahasiswa profesi ners angkatan 12 menjelang ujian OSCE di Universitas Widya Nusantara.Mahasiswa yang mengalami kecemasan tinggi cenderung memiliki kualitas tidur yang buruk.Disarankan agar mahasiswa menerapkan teknik relaksasi dan distraksi, seperti tarik napas dalam atau mendengarkan musik, untuk mengurangi kecemasan dan memperbaiki kualitas tidur.
Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai efektivitas berbagai teknik relaksasi non-farmakologis, seperti meditasi, yoga, atau terapi musik, dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur mahasiswa keperawatan menjelang ujian OSCE, karena teknik-teknik tersebut belum dieksplorasi secara mendalam dalam konteks ini. Kedua, sebaiknya dikaji pula pengaruh perubahan sistem penilaian dari daftar tilik menjadi rubrik terhadap tingkat kecemasan mahasiswa, termasuk bagaimana pemahaman mahasiswa terhadap rubrik tersebut memengaruhi stres dan pola tidur mereka. Ketiga, penting untuk meneliti faktor tambahan yang dapat memperburuk kecemasan dan gangguan tidur, seperti beban tugas klinis harian, durasi belajar, atau dukungan sosial dari dosen dan teman sebaya, agar dapat dirancang intervensi komprehensif yang tidak hanya fokus pada individu, tetapi juga pada lingkungan akademik secara keseluruhan. Penelitian-penelitian lanjutan ini akan membantu membangun strategi pencegahan dan pendukung kesejahteraan mahasiswa yang lebih sistematis dan berbasis bukti.
| File size | 576.63 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Namun uji kompetensi pada Diploma III keperawatan masih menimbulkan pro dan kontra pada mahasiswa, dosen, pengelola dan pimpinan intitusi. Progam Uji KompetensiNamun uji kompetensi pada Diploma III keperawatan masih menimbulkan pro dan kontra pada mahasiswa, dosen, pengelola dan pimpinan intitusi. Progam Uji Kompetensi
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel dominan yang memengaruhi kejadian Sindrome Metabolik adalah umur, stres kerja sedang, dan stres kerjaHasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel dominan yang memengaruhi kejadian Sindrome Metabolik adalah umur, stres kerja sedang, dan stres kerja
IPTSIPTS Dampak baik dan buruk smartphone terhadap perilaku remaja banyak dirasakan, seperti mempermudah komunikasi dan menyebabkan kecanduan. Penggunaan smartphoneDampak baik dan buruk smartphone terhadap perilaku remaja banyak dirasakan, seperti mempermudah komunikasi dan menyebabkan kecanduan. Penggunaan smartphone
UNDIPUNDIP Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin maupun tingkat tahun pada semua subdomain HPLP. IPK menunjukkan korelasi positif denganTidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin maupun tingkat tahun pada semua subdomain HPLP. IPK menunjukkan korelasi positif dengan
UNISKA BJMUNISKA BJM Hasil uji korelasi produk momen pearson, didapatkan P=0,0001 dan nilai koefisien korelasi 0,448 (berada pada tingkat keeratan sedang) dengan arah hubunganHasil uji korelasi produk momen pearson, didapatkan P=0,0001 dan nilai koefisien korelasi 0,448 (berada pada tingkat keeratan sedang) dengan arah hubungan
STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN Pemberian APD sangat membantu mahasiswa praktik. Pembimbing juga harus berperan aktif untuk memperhatikan kondisi psikologi mahasiwa. Dukungan keluargaPemberian APD sangat membantu mahasiswa praktik. Pembimbing juga harus berperan aktif untuk memperhatikan kondisi psikologi mahasiwa. Dukungan keluarga
UNDIPUNDIP Instrumen ini dapat digunakan dalam praktik klinis untuk memberikan perawatan keperawatan yang lebih baik. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan denganInstrumen ini dapat digunakan dalam praktik klinis untuk memberikan perawatan keperawatan yang lebih baik. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan
ITEKES BALIITEKES BALI Semakin rendah tingkat depresi, semakin baik kualitas hidup pasien. Selain itu, terdapat pula hubungan negatif yang signifikan antara stigma dan kualitasSemakin rendah tingkat depresi, semakin baik kualitas hidup pasien. Selain itu, terdapat pula hubungan negatif yang signifikan antara stigma dan kualitas
Useful /
UNDIPUNDIP Analisis heterogenitas dan konsistensi menunjukkan variasi yang dapat diabaikan (χ²=1,757, p=0,78). Penutup luka alginat adalah yang paling efektif dalamAnalisis heterogenitas dan konsistensi menunjukkan variasi yang dapat diabaikan (χ²=1,757, p=0,78). Penutup luka alginat adalah yang paling efektif dalam
UNMUNM Penelitian dilakukan pada 35 siswa kelas IX (dibagi menjadi tujuh kelompok) di SMP Negeri di Bandung, Indonesia, menggunakan metode kualitatif termasukPenelitian dilakukan pada 35 siswa kelas IX (dibagi menjadi tujuh kelompok) di SMP Negeri di Bandung, Indonesia, menggunakan metode kualitatif termasuk
UNMUNM Temuan menunjukkan bahwa instruksi eksplisit yang mencakup penetapan tujuan, scaffolding multimo, dan refleksi terstruktur meningkatkan kesadaran metakognitifTemuan menunjukkan bahwa instruksi eksplisit yang mencakup penetapan tujuan, scaffolding multimo, dan refleksi terstruktur meningkatkan kesadaran metakognitif
UNISKA BJMUNISKA BJM Hasil penelitian menunjukkan rerata perlemakan hepar KI 38,83 35,63, KII 24,00 21,46, KIII 20,40 13,90, KIV 42,40 11,93, KV 19,60 12,50, KVI 30,50 14,80,Hasil penelitian menunjukkan rerata perlemakan hepar KI 38,83 35,63, KII 24,00 21,46, KIII 20,40 13,90, KIV 42,40 11,93, KV 19,60 12,50, KVI 30,50 14,80,