JAYABAYAJAYABAYA
Jurnal CommunicateJurnal CommunicateFenomena groupthink dalam konteks komunikasi kelompok politik di lingkup legislatif dalam parlemen Indonesia dimana anggotanya berlatar heterogen dari multiparpol dan lebih terbuka, namun sering menghasilkan keputusan yang kontroversial dan tidak populer. Paradigma penelitian ini adalah post-positivis dengan pendekatan kualitatif. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Secara umum, penelitian ini membenarkan bahwa groupthink terjadi dalam dinamika komunikasi politik legislatif di kelompok Panitia Kerja RUU KIP Komisi I DPR RI pada proses pembahasan dan pengambilan keputusan tentang Badan Publik. Terdapat beberapa kondisi pendahulu (anteseden) yang menghasilkan beberapa gejala groupthink ciri khas parlemen Indonesia, yaitu bahwa kohesi kelompok tidak didasarkan atas faktor ketakutan atau keseganan terhadap sosok pimpinan dalam kelompok, melainkan karena adanya tekanan waktu bagi penyelesaian tugas, faktor kelelahan dan pertarungan kepentingan dengan kelompok eksekutif, yang kemudian memaksa kelompok legislatif untuk menghasilkan keputusan yang tidak dapat dikatakan baik melalui upaya kompromi yang berhasil menghadirkan pasal baru yaitu 14, 15, dan 16 dalam RUU KIP tahun 2008.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa groupthink dapat terjadi dalam lingkup legislatif dengan karakteristik yang berbeda dari temuan Janis, meskipun terdapat kemiripan dalam kondisi pendahulu seperti kohesivitas, isolasi kelompok, homogenitas, dan tekanan eksternal.Gejala groupthink yang muncul meliputi ilusi ketidakrentanan, keyakinan moral, ketertutupan pikiran, sensor diri, ilusi kebulatan suara, dan peran mindguards.Kohesi kelompok terbentuk bukan karena tekanan hierarkis, tetapi lebih karena tekanan waktu, kelelahan, dan konflik kepentingan dengan eksekutif yang memaksa kompromi dalam pengambilan keputusan.
Pertama, perlu penelitian lanjutan yang mengkaji strategi kelompok legislatif dalam menghindari atau meminimalkan terjadinya groupthink selama proses pengambilan keputusan yang melibatkan tekanan waktu dan konflik kepentingan. Kedua, perlu dikembangkan model groupthink yang disesuaikan dengan karakteristik kelompok politik di negara transisi demokrasi seperti Indonesia, yang memiliki latar belakang multipartai dan dinamika komunikasi yang kompleks. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai budaya lokal, khususnya dalam konteks komunikasi antarbudaya di Asia, memengaruhi muncul atau tidaknya gejala groupthink dalam proses pengambilan keputusan politik. Penelitian-penelitian ini dapat dilakukan melalui studi komparatif antar komisi DPR atau dengan melibatkan aktor dari berbagai latar belakang institusi untuk memperkaya pemahaman atas dinamika kelompok politik yang rentan terhadap groupthink. Pendekatan kualitatif mendalam dan analisis wacana dapat digunakan untuk menangkap nuansa interaksi yang tidak terlihat secara formal. Temuan dari penelitian semacam ini dapat menjadi dasar perbaikan prosedur pengambilan keputusan di lembaga legislatif. Selain itu, hasilnya dapat digunakan untuk pelatihan kapasitas anggota dewan dalam komunikasi kelompok yang sehat. Dengan demikian, kualitas keputusan politik dapat ditingkatkan meskipun berada dalam situasi yang penuh tekanan. Studi longitudinal juga diperlukan untuk melihat evolusi gejala groupthink dari waktu ke waktu.
| File size | 326.45 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
IPMAFAIPMAFA Pembahasan difokuskan pada konstruksi pesan politik yang memanfaatkan simbol-simbol lokal, transformasi budaya politik di era digital, serta tantanganPembahasan difokuskan pada konstruksi pesan politik yang memanfaatkan simbol-simbol lokal, transformasi budaya politik di era digital, serta tantangan
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Kedekatan emosional ini membentuk loyalitas simbolik yang kuat, sebagaimana terlihat dari keterlibatan dan dukungan masyarakat terhadap setiap kontennya.Kedekatan emosional ini membentuk loyalitas simbolik yang kuat, sebagaimana terlihat dari keterlibatan dan dukungan masyarakat terhadap setiap kontennya.
UYPUYP Implementasi strategi seperti digitalisasi konten, program interaktif, kolaborasi dengan kreator lokal, dan pemanfaatan data analytics berhasil memperluasImplementasi strategi seperti digitalisasi konten, program interaktif, kolaborasi dengan kreator lokal, dan pemanfaatan data analytics berhasil memperluas
UYPUYP Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Modul Nusantara yang terdiri dari aktivitas kebinekaan, refleksi, dan kontribusi sosial, berhasil mengenalkanHasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Modul Nusantara yang terdiri dari aktivitas kebinekaan, refleksi, dan kontribusi sosial, berhasil mengenalkan
UYPUYP Dengan demikian, game online seperti Mobile Legends terbukti berperan sebagai media efektif yang mengintegrasikan dunia virtual dengan kehidupan sosialDengan demikian, game online seperti Mobile Legends terbukti berperan sebagai media efektif yang mengintegrasikan dunia virtual dengan kehidupan sosial
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Perbedaan budaya dan agama di Indonesia merupakan isu yang sangat penting dan kompleks. Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnis dan bahasa yangPerbedaan budaya dan agama di Indonesia merupakan isu yang sangat penting dan kompleks. Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnis dan bahasa yang
LSPRLSPR Hasil penelitian ini, mendapatkan kesimpulan: pertama, Strategi komunikasi politik yang digunakan Nasrul: 1) Nasrul menggunakan gaya komunikasi publicHasil penelitian ini, mendapatkan kesimpulan: pertama, Strategi komunikasi politik yang digunakan Nasrul: 1) Nasrul menggunakan gaya komunikasi public
AKRABJUARAAKRABJUARA Pertanyaan yang mengusik pada kasus ini adalah bagaimana metafora dapat diproduksi dengan begitu naturalnya, menanggapi isu tersebut tujuan penelitianPertanyaan yang mengusik pada kasus ini adalah bagaimana metafora dapat diproduksi dengan begitu naturalnya, menanggapi isu tersebut tujuan penelitian
Useful /
UYPUYP Transformasi digital menuntut instansi pemerintah, termasuk Kantor Imigrasi, untuk meningkatkan transparansi dan jangkauan layanan publik secara adaptif.Transformasi digital menuntut instansi pemerintah, termasuk Kantor Imigrasi, untuk meningkatkan transparansi dan jangkauan layanan publik secara adaptif.
UYPUYP Pendidikan, kesehatan, seperti konseling, terbukti meningkatkan kesadaran remaja tentang pencegahan penyakit dari 60% menjadi 90%. Penelitian ini menunjukkanPendidikan, kesehatan, seperti konseling, terbukti meningkatkan kesadaran remaja tentang pencegahan penyakit dari 60% menjadi 90%. Penelitian ini menunjukkan
STMIKIBASTMIKIBA Namun, aplikasi yang tersedia pada perangkat tersebut belum banyak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, khususnya dalam pengenalan komponen-komponenNamun, aplikasi yang tersedia pada perangkat tersebut belum banyak dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, khususnya dalam pengenalan komponen-komponen
LSPRLSPR Perencana proyek melihat ada sudut pandang kemanusiaan dan martabat yang perlu ditingkatkan oleh pemerintah. Sehingga dalam hal ini, perlunya pendekatanPerencana proyek melihat ada sudut pandang kemanusiaan dan martabat yang perlu ditingkatkan oleh pemerintah. Sehingga dalam hal ini, perlunya pendekatan