CENDIKIAJENIUS INDCENDIKIAJENIUS IND

Journal of Applied Holistic Nursing ScienceJournal of Applied Holistic Nursing Science

Latar belakang: Pola tidur mencerminkan kemampuan individu untuk memperoleh jumlah tidur yang dibutuhkan. Salah satu faktor gaya hidup yang memengaruhi pola tidur adalah perilaku merokok. Di masyarakat modern, dewasa muda terutama dipengaruhi oleh kebiasaan merokok, dengan sebagian perokok meyakini bahwa merokok membantu mereka rileks dan melupakan masalah kehidupan, serta meningkatkan suasana hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku merokok dan pola tidur pada dewasa muda (18–40 tahun) di wilayah Seberang Palinggam. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik korelasional dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dari September 2023 hingga Juli 2024. Populasi terdiri dari 1.478 dewasa muda berusia 18–40 tahun di Seberang Palinggam, dan 100 partisipan dipilih menggunakan teknik sampling probabilitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan diolah melalui editing, koding, entri, pembersihan, dan tabulasi. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square (CI 95%). Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa sebagian besar dewasa muda memiliki perilaku merokok berat (52 responden, 52,0%) dan pola tidur yang buruk (65 responden, 65,0%). Berdasarkan analisis bivariat dengan uji Chi-square, nilai p adalah 0,027 (P < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku merokok dan pola tidur pada dewasa muda (18–40 tahun) di wilayah Seberang Palinggam.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dan pola tidur.Sebagian besar perokok berat dewasa muda mengalami pola tidur yang buruk.Diperlukan upaya edukatif dan intervensi untuk mengurangi kebiasaan merokok serta meningkatkan kualitas tidur mereka.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki pengaruh jenis dan durasi merokok terhadap kualitas tidur, dengan membandingkan perokok ringan, sedang, dan berat dalam kelompok dewasa muda, agar dapat diketahui ambang batas konsumsi nikotin yang mulai mengganggu tidur. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi yang mengevaluasi efektivitas intervensi perilaku seperti terapi kognitif atau program berhenti merokok terhadap perbaikan pola tidur, untuk melihat apakah penghentian merokok secara langsung dapat memulihkan kualitas tidur dalam jangka pendek dan menengah. Ketiga, disarankan adanya penelitian yang mengeksplorasi peran faktor pendukung seperti stres kerja, aktivitas malam hari, dan paparan layar digital sebagai variabel perantara antara merokok dan gangguan tidur, agar dapat dibangun model komprehensif yang menjelaskan mekanisme kompleks di balik hubungan ini, terutama dalam konteks sosial dan lingkungan urban di Indonesia.

  1. The Relationship between Smoking Behavior and Sleep Patterns in Young Adults (18–40 Years Old)... jurnal.kesehatan.cendikiajenius-ind.id/index.php/JAHNS/article/view/197The Relationship between Smoking Behavior and Sleep Patterns in Young Adults 18Ae40 Years Old jurnal kesehatan cendikiajenius ind index php JAHNS article view 197
  1. #kualitas tidur#kualitas tidur
  2. #gangguan tidur#gangguan tidur
Read online
File size256.19 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1SL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test