TYARLYTATYARLYTA

JURNAL BIOSAINSTEKJURNAL BIOSAINSTEK

Keberhasilan suatu usaha penangkapan ikan sangat dipengaruhi oleh jumlah dan nilai hasil tangkapan, modal, keterampilan, dan teknologi yang diterapkan. Penerapan alat tangkap harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi alam lokasi penangkapan agar produksi dan nilai hasil tangkapan dapat meningkatkan pendapatan nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usaha pancing tonda di Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe. Sampel diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dari populasi 10 nelayan. Analisis data kuantitatif digunakan untuk menghitung pendapatan, pengeluaran, dan keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan nelayan pancing tonda sebesar Rp62.200.000,- per tahun dan rata-rata keuntungan bersih sebesar Rp36.602.147,-.

Pendapatan rata-rata nelayan pancing tonda di Desa Latuhalat Kecamatan Nusaniwe mencapai Rp62.000,- per tahun, dengan keuntungan bersih rata-rata Rp36.Variasi biaya tetap dan variabel yang signifikan antar nelayan mencerminkan ketimpangan akses modal dan efisiensi operasional.Peningkatan pendapatan nelayan memerlukan intervensi untuk memperluas akses permodalan, menstabilkan harga bahan bakar, dan meningkatkan kapasitas manajemen usaha perikanan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana penerapan sistem pembiayaan mikro atau kredit perikanan berbasis komunitas dapat meningkatkan akses modal nelayan pancing tonda yang terbatas, sehingga mampu membeli peralatan lebih efisien dan mengurangi ketergantungan pada rentenir. Selain itu, perlu diteliti pengaruh perubahan pola musim tangkap terhadap frekuensi melaut dan pendapatan bersih nelayan, mengingat perbedaan hasil tangkapan antara musim barat dan timur yang signifikan, apakah perubahan iklim telah mengubah siklus tradisional ini dan bagaimana adaptasi strategi penangkapan dapat dilakukan. Terakhir, studi lebih mendalam tentang distribusi pendapatan antara pemilik perahu dan ABK perlu dilakukan, terutama mengevaluasi apakah sistem bagi hasil 70:30 yang berlaku saat ini secara adil mencerminkan kontribusi tenaga kerja, atau justru memperdalam ketimpangan ekonomi di tingkat lokal, sehingga dapat menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan pembagian hasil yang lebih berkeadilan.

Read online
File size1.22 MB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test