POLTEK STPAULPOLTEK STPAUL

Jurnal Pitis AKPJurnal Pitis AKP

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui anggaran biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan ES Abadi Sorong untuk menganalisis pelaksanaan anggaran fleksibel sebagai alat pengendalian biaya produksi pada ES Abadi Kota Sorong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan membandingkan anggaran statis dan fleksibel serta melakukan perhitungan anggaran dan realisasi biaya produksi. Berdasarkan hasil analisis bahwa dalam menyusun anggaran biaya produksi khususnya pada ES Abadi di Kota Sorong dengan menggunakan anggaran statis didasari pada tingkat aktivitas 331.500.000,00 tetapi yang terjadi (realisasi) sebesar 289.000.000,00. Hal ini dianggap tidak menguntungkan karena realisasi tidak sesuai dengan target, hal ini disebabkan karena adanya keterlambatan teknis, kerusakan mesin, pembahasan suplai bahan baku, sehingga mempengaruhi total biaya produksi. Dari hasil analisis varians biaya produksi dalam penyusunan anggaran biaya bahan baku langsung, yang menunjukkan bahwa penerapan anggaran belum dilakukan secara efisien, hal ini disebabkan karena kurang tepatnya pengendalian biaya bahan baku langsung khusnya pada ES Abadi. Kemudian untuk varians anggaran biaya tenaga kerja langsung terdapat selish yang unfavorable, hal ini disebabkan karena tidak efektifnya pelaksanaan anggaran biaya tenaga kerja langsung sebagai alat pengendalian.

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka akan disajikan beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut.Dalam menyusun anggaran biaya produksi khususnya pada Es Abadi Sorong dengan menggunakan anggaran statis didasari pada tingkat aktivitas 287.000 tetapi yang terjadi (realisasi) sebesar 266.Hal ini dianggap tidak menguntungkan karena realisasi tidak sesuai dengan target, hal ini disebabkan karena adanya keterlambatan teknis, kerusakan mesin, pembahasan suplai bahan baku, sehingga mempengaruhi total biaya produksi.Dari hasil analisis varians biaya produksi dalam penyusunan anggaran biaya bahan baku langsung, yang menunjukkan bahwa penerapan anggaran belum dilakukan secara efisien, hal ini disebabkan karena kurang tepatnya pengendalian biaya bahan baku langsung khususnya pada Es Abadi.Kemudian untuk varians anggaran biaya tenaga kerja langsung terdapat selisih yang unfavorabel, hal ini disebabkan karena tidak efektifnya pelaksanaan anggaran biaya tenaga kerja langsung sebagai alat pengendalian.

Untuk meningkatkan optimalisasi laba, perusahaan dapat menerapkan anggaran fleksibel sebagai alat pengendalian biaya produksi. Sebelum menyusun anggaran biaya produksi, perusahaan sebaiknya melakukan penggolongan biaya berdasarkan perilaku, baik didasari oleh biaya variabel maupun biaya tetap. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih meningkatkan optimalisasi laba.

  1. #laporan keuangan#laporan keuangan
  2. #pengendalian biaya#pengendalian biaya
Read online
File size87.65 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1OR
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test