IPBIPB

Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan)Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan)

Indonesia merupakan negara yang sangat berpotensi terjadi bencana salah satunya Gempa bumi, yang biasanya menyebabkan perubahan bentuk/posisi di permukaan bumi (deformasi). Daerah Cianjur memiliki nilai tingkat kerentanan seismik yang didasarkan pada percepatan tanah maksimum, intensitas maksimum maupun periode ulang gempa. Pada hari Senin, 21 November 2022 pukul 13.21 WIB telah terjadi gempa bumi bermagnitudo 5.6 M di wilayah Cianjur Jawa Barat berdasarkan data BMKG, hingga 22 November 2022 tercatat 140 gempa susulan dengan magnitudo 1.2-4.2 dan kedalaman rata-rata kurang lebih 10 km. Akibatnya, menyebabkan penurunan muka tanah, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan besaran pada bencana longsor akibat gempa bumi Cianjur 2022 dengan menggunakan metode DInSAR. Penurunan tanah secara vertikal (data displacement) akibat gempa bumi dari hasil pengamatan DInSAR pada data displacement, yaitu berkisar hingga -101mm secara vertikal dengan dua jenis tanah andosol dan kambisol dilakukan analisis overlay berupa jenis tanah dan data displacement yang menunjukan menunjukan displacement dengan luasan tertinggi, ditemukan kecocokan/kesesuaian berdasarkan informasi-informasi yg beredar bahwa Kecamatan Cugenang merupakan wilayah terdampak paling parah (adanya sesar baru “Cugenang).

Adanya perubahan bentuk (Deformasi) yang terjadi saat gempa bumi Cianjur 2022 dengan bentuk vertikal.Cara paling sederhana untuk mengukur deformasi vertikal adalah dengan membagi perpindahan LOS dengan radar.sudut datang gelombang kosinus Deformasi mendadak/tiba-tiba biasanya disertai dengan perubahan fisik yang nyata dan dapat dikenali secara teratur melalui luas dan laju penurunan Longsor merupakan salah satu bentuk pergerakan massa pada wilayah tertinggi, pengertian tersebut ditemukan berdasarkan informasi yang beredar bahwa wilayah Cugenang merupakan wilayah yang paling terdampak dari sesar baru “Cugenang.Longsor akibat gempa bumi di Cianjur menunjukkan longsor busur dengan litologi pelapukan vulkanik dan tataguna lahan yaitu pemukiman, kolam dan sawah.Dari terjadinya longsor lereng bukit di kawasan Cugenang dibuktikan dengan data DEM.Kecamatan Cugenang mengalami perpindahan di daerah paling tinggi, keberhasilan ditentukan berdasarkan informasi bahwa Kecamatan Cugenang merupakan daerah yang paling parah terkena dampak (ada sesar “Cugenang baru).

Untuk mengurangi dampak bencana gempa bumi dan longsor, pemerintah daerah Kabupaten Cianjur dan Kecamatan Cugenang dapat belajar mengenai mitigasi bencana dan memberikan sosialisasi kepada anak sekolah tentang mitigasi bencana sejak dini. Selain itu, perlu ada sosialisasi tentang pembuatan rumah di sekitar Cugenang dengan memperhatikan struktur bangunan dan pemasangan beton. Masyarakat juga disarankan untuk tetap tenang, menghindari bangunan tinggi atau rusak akibat gempa, dan memeriksa validasi bangunan tempat tinggal mereka. Rekomendasi dari PVMBG menekankan pentingnya pengaturan perairan dan menghindari pembuatan kolam atau mendekati genangan air.

  1. Analisis Bencana Longsor akibat Gempa bumi Cianjur 2022 dengan DInSAR | Journal of Regional and Rural... doi.org/10.29244/jp2wd.2024.8.2.104-115Analisis Bencana Longsor akibat Gempa bumi Cianjur 2022 dengan DInSAR Journal of Regional and Rural doi 10 29244 jp2wd 2024 8 2 104 115
  2. Studi Material Tanah Longsor Akibat Gempa Lombok 2018 | Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil. studi material... doi.org/10.29103/tj.v10i2.330Studi Material Tanah Longsor Akibat Gempa Lombok 2018 Teras Jurnal Jurnal Teknik Sipil studi material doi 10 29103 tj v10i2 330
Read online
File size1021.44 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test