UNDIPUNDIP

Indonesian PerspectiveIndonesian Perspective

Indonesia memiliki potensi ekonomi maritim yang besar dan berambisi untuk menjadi Poros Maritim Dunia, namun Indonesia memiliki sejumlah tantangan untuk mengimplementasikan pembangunan infrastruktur maritim, seperti kapital dan jalur logistik strategis. Kemudian, Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan China melalui Belt Road Initiative (BRI), yang menyediakan pendanaan, teknologi, dan pengalaman pengembangan. Kerjasama ini mempercepat pembangunan, memperkuat konektivitas antar pulau, dan meningkatkan daya saing global. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kerangka konsep penelitian ini menggunakan kerjasama ekonomi bilateral dan Global Maritime Fulcrum (GMF) sebagai unit analisis. Kerjasama antara China dan Indonesia berpengaruh positif bagi geoekonomi maritim Indonesia, seperti peningkatan investasi dalam pengembangan sektor ekonomi dan modernisasi fasilitas transportasi maritim. Kerjasama ini juga merupakan upaya implementasi visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Pusat Maritim Dunia melalui pengembangan pelabuhan, konektivitas maritim, dan industri maritim nasional.

Indonesia telah meluncurkan visi Global Maritime Fulcrum di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk memperkuat konektivitas antar daerah dan kesejahteraan nasional.Visi ini memiliki lima pilar yang menjadi fokus analisis peneliti.memperkuat infrastruktur dan konektivitas maritim, seperti jalan tol laut, pelabuhan laut dalam, dan sistem logistik.Kerjasama antara Indonesia dan China dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI) telah menjadi pilar utama dalam memperkuat infrastruktur maritim Indonesia selama masa jabatan pertama Presiden Joko Widodo.Melalui 21st Century Maritime Silk Road, kedua negara telah membangun kemitraan strategis yang mencakup pengembangan pelabuhan, jalur logistik maritim, dan kawasan industri maritim.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak jangka panjang proyek Belt and Road Initiative terhadap keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi efek sosial-ekonomi dari pembangunan infrastruktur maritim terhadap masyarakat lokal di sekitar proyek. Terakhir, penelitian dapat menggali konsekuensi geopolitik dari kemitraan strategis Indonesia dengan China dalam konteks dinamika kekuatan regional. Ketiga saran ini memberikan arah studi baru yang melengkapi temuan penelitian sebelumnya dan memperluas pemahaman tentang tantangan serta peluang yang muncul dari kerja sama ini.

  1. BELT AND ROAD INITIATIVE SEBAGAI GERBANG KONEKTIVITAS DI ASIA TENGGARA | Erba | Global and Policy Journal... doi.org/10.33005/jgp.v12i02.4649BELT AND ROAD INITIATIVE SEBAGAI GERBANG KONEKTIVITAS DI ASIA TENGGARA Erba Global and Policy Journal doi 10 33005 jgp v12i02 4649
  2. Menilik Perjanjian Indonesia-Cina dalam Kerangka Belt and Road Initiative (BRI) dalam Perspektif Ketahanan... jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/en/article/view/72Menilik Perjanjian Indonesia Cina dalam Kerangka Belt and Road Initiative BRI dalam Perspektif Ketahanan jurnal lemhannas go index php jkl en article view 72
  3. Implementasi Belt and Road Initiative terhadap Visi Poros Maritim Indonesia | Widhiyoga | Indonesian... doi.org/10.14710/ip.v9i1.62158Implementasi Belt and Road Initiative terhadap Visi Poros Maritim Indonesia Widhiyoga Indonesian doi 10 14710 ip v9i1 62158
Read online
File size504.18 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test