UMKUNINGANUMKUNINGAN

Just a moment...Just a moment...

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan nilai moral dalam novel Randa Béngsrat karya Yus Rusamsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan menggunakan teknik pengumpulan data telaah pustaka dan analisis data. Berdasarkan hasil analisis struktur cerita, pertama, tema dari novel ini adalah tentang cinta, iman dan perjuangan perempuan; alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur mundur; karakter dalam novel ini terdapat 45 karakter. Dari 45 karakter tersebut, satu karakter utama yaitu Ésih. 13 pelaku yang mendampingi pelaku utama (pelaku kedua), dan 31 pelaku tambahan; latar yang terdapat dalam novel ini adalah 68 latar tempat; judul Randa Béngsrat mengacu pada tokoh utama yaitu Ésih, yang memiliki tiga tingkatan makna, yaitu: 1) Randa, 2) Béngsrat, 3) Randa Béngsrat; Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah orang ketiga tak terbatas; gaya basa yang digunakan dalam novel ini yaitu 7; tone dalam novel ditemukan ada 10 tone: simbolisme dalam novel ini ditemukan 41 simbol; ironi dalam novel ini ditemukan ironi dramatis. Kedua, terdapat 27 nilai moral yang terdapat dalam novel tersebut, yaitu hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain, dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Struktur cerita dalam novel Randa Béngsrat karya Yus Rusamsi meliputi.1) Tema dalam novel ini mengenai cinta, keimanan dan perjuangan wanita, 2) Fakta cerita, yang berkaitan dengan alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur mundur dikarenakan menceritakan kejadian yang terdahulu (flashback).Karakter, dalam novel ini ada 45 pelaku dan mempunyai karakternya masing-masing diantaranya 13 pelaku pendukung kedua dan 31 pelaku tambahan.Latar tempat dalam novel ada 68 latar tempat, 62 latar waktu dan 3 latar sosial yaitu lingkungan orang menderita, orang sederhana, dan orang kaya.Di antaranya latar tempat yang sering muncul dalam novel ini yaitu di rumah Esih, di rumah Uwa Ita, di Stasiun Cirebon, di Kereta Api, di Warung, Jakarta, di Kampung Galur, di Kantor, di rumah Uwa, di Imah Nyi Mimi, di Tanah Tinggi, dan di Jembatan.Adapun latar waktu yang mendominasi pada novel ini yaitu waktu yang sudah terlewati seperti jaman dahulu, pada malam hari, siang hari dan waktu kegiatan sehari-harinya.Judul dalam novel ini adalah Randa Béngsrat.Sudut pandang pelaku yang digunakan yaitu orang ketiga tidak terbatas.Gaya bahasa dan tone yang digunakan pada novel ini terdiri dari 7 gaya bahasa yaitu Simile, Pesonifikasi, Litotes, Hiperbola, Eufimimisme, Metafora dan Alegori.Dan 11 tone diantaranya bahagia, kaget, penakut, aneh, sedih, khawatir, pengertian, humoris, pemarah, dan nangis.Simbolisme terdapat 41 simbol, yang terbagi ke 39 simbol dalam latar belakang kehidupan sosial dan simbol dari kehidupan agama.Ironi dalam novel Randa Béngsrat karya Yus Rusamsi ada ironi dramatis.Nilai moral dalam novel Randa Béngsrat karya Yus Rusamsi menggunakan teori Warnaen (Sudaryat, 2015) yaitu moral kemanusiaan yang menjadi pandangan hidup orang Sunda yang terdiri dari enam hubungan, namun dalam novel ini hanya ditemukan pada tiga hubungan, yakni moral manusia dengan dirinya pribadi, hubungan manusia dengan manusia lainnya, dan hubungan manusia dengan tuhannya.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan struktur dan nilai moral dalam novel Randa Béngsrat dengan karya sastra Sunda lainnya untuk melihat keunikan dan kesamaan tema serta pesan moral. Selain itu, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang pengaruh konteks budaya Sunda terhadap nilai-nilai moral yang terkandung dalam novel ini. Penelitian juga bisa fokus pada pengembangan karakter tokoh utama, Ésih, untuk memahami bagaimana konflik internal dan eksternal memengaruhi perubahan sikap dan nilai moralnya sepanjang cerita.

Read online
File size272.73 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test