UMKUNINGANUMKUNINGAN

Just a moment...Just a moment...

Krisis ekologis Sungai Citarum sebagai salah satu sungai paling tercemar di dunia menunjukkan terputusnya hubungan harmonis antara manusia dan alam yang dahulu dijaga oleh masyarakat tradisional Sunda. Penelitian ini menganalisis konflik ekologis dalam cerita rakyat Sunda Sasakala Kiai Layung menggunakan pendekatan ekokritik untuk menggali kearifan ekologis yang relevan dengan krisis lingkungan kontemporer. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis digunakan untuk menganalisis teks cerita dengan fokus pada representasi hubungan manusia-alam dan pesan-pesan ekologis. Analisis mengungkap tiga aspek utama: pertama, gangguan keseimbangan ekosistem akibat invasive species yang merusak habitat dan mencemari lingkungan; kedua, kompleksitas perjanjian antara entitas alam dan manusia dalam pemanfaatan sumber daya yang mencerminkan konsep governance ekologis tradisional; ketiga, simbolisasi mitos Kiai Layung sebagai representasi keseimbangan alam dan konsekuensi ekologis dari pelanggaran terhadap norma-norma lingkungan. Temuan menunjukkan bahwa cerita rakyat Sunda tentang dinamika ekosistem, interaksi antarspesies, dan etika lingkungan berkelanjutan. Kearifan ekologis dalam narasi tradisional ini menawarkan perspektif alternatif biosentris yang kontras dengan pendekatan antroposentris modern, sehingga dapat berkontribusi pada pemahaman dan penanganan krisis lingkungan Sungai Citarum masa kini.

Kearifan ekologis dalam cerita rakyat Sunda Sasakala Kiai Layung menunjukkan pemahaman mendalam tentang dinamika ekosistem, interaksi antarspesies, dan etika lingkungan berkelanjutan.Analisis menemukan bahwa konflik ekologis dalam narasi ini mencerminkan gangguan keseimbangan ekosistem, perjanjian ekologis antara manusia dan entitas alam, serta simbolisasi mitos Kiai Layung sebagai representasi keseimbangan alam.Penelitian ini membuktikan bahwa kearifan ekologis tradisional dapat menjadi alternatif penting dalam memahami dan menangani krisis lingkungan kontemporer seperti degradasi Sungai Citarum.Relevansi narasi tradisional dengan isu lingkungan modern menunjukkan kebutuhan untuk mengintegrasikan nilai-nilai ekologis lokal dengan pendekatan modern dalam pengelolaan sumber daya alam.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji kearifan ekologis dalam cerita rakyat daerah lain untuk membandingkan pendekatan tradisional dan modern dalam pengelolaan lingkungan. Selain itu, studi tentang peran mitos dan simbol dalam edukasi lingkungan dapat dikembangkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap konservasi sumber daya alam. Terakhir, penelitian lebih lanjut tentang implementasi governance ekologis tradisional dalam kebijakan pengelolaan sungai dapat memberikan wawasan baru untuk mengatasi polusi dan kerusakan ekosistem di wilayah lain.

Read online
File size415.98 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test