UMKUNINGANUMKUNINGAN

Just a moment...Just a moment...

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan isi novel Tri Tangtu di Bumi karangan Yoseph Iskandar. Selain itu penelitian ini akan membahas nilai kepemimpinan yang mengacu pada kearifan lokal Sunda, tepatnya pada naskah Siksa Kandang Karesian. Adapun nilai kepemimpinan tersebut diantaranya, adalah: 1) parigeuing; 2) dasa pasanta; 3) pangimbuhing twah; 4) opat larangan. Sebelum mendeskripsikan nilai kepemimpinan, peneliti akan mendeskripsikan struktur dengan teori yang dikemukakan oleh Robert Stanton, yang mengacu pada tema, fakta cerita, dan sarana sastra. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Untuk mendukung jalannya penelitian, peneliti menggunakan kartu data sebagai instrument pendukung. Maka dari itu peneliti akan mengumpulkan data kemudian mengolah data tersebut untuk kemudian didéskripsikan.

Novel ini menceritakan perjalanan Prabu Anom Jayadewata yang konsisten, patriotik, dan tegak pada purbatisti-purbajati Sunda.Tema ini didasarkan pada tingkah laku Prabu Anom Jayadewata yang menekankan pada purbatisti-purbajati Sunda yang dilaksanakan melalui sistem pemerintahan Tri Tangtu di Bumi.Jadi dalam novel ini peneliti menegaskan bahwa tema dalam novel ini adalah patriotik perjuangan, karena berfokus pada tokoh utama yaitu Prabu Anom Jayadewata.Novel Tri Tangtu di Bumi mempunyai fakta cerita yang menitikberatkan pada alur, tokoh, latar yang meliputi latar tempat dan waktu.Novel Tri Tangtu di Bumi mempunyai sarana sastra yang menitikberatkan pada judul, sudut pandang sentral, dan gaya bahasa.Alur dalam novel ini menurut peneliti merupakan alur mobok tengah, hal ini dikarenakan penyebab konflik muncul pada bab pertama.Kemudian peristiwa yang dialami tokoh utama tersusun rapih, artinya bagian yang menonjolkan konflik tidak begitu terlihat dialami oleh tokoh utama, Prabu Anom Jayadewata.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak nilai kepemimpinan dalam novel Tri Tangtu di Bumi terhadap praktik kepemimpinan kontemporer di komunitas Sunda. Selain itu, penelitian bisa membandingkan struktur kepemimpinan Tri Tangtu di Bumi dengan sistem pemerintahan tradisional lain di Nusantara. Terakhir, studi lanjutan dapat menganalisis peran perempuan dalam dinamika kekuasaan dan kepemimpinan yang digambarkan dalam novel ini, terutama melalui karakter Nyai Subanglarang.

Read online
File size432.78 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test