ALJAMIAHALJAMIAH

Al-Jami'ah: Journal of Islamic StudiesAl-Jami'ah: Journal of Islamic Studies

Krisis lingkungan pada dasarnya disebabkan oleh aktivitas manusia. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan etis baru terhadap lingkungan yang menawarkan prinsip-prinsip dan panduan moral bagi perilaku manusia. Artikel ini menggambarkan pemikiran Yusuf al-Qaradawi tentang konsep etika Islam terhadap lingkungan dan relevansinya dengan penanganan krisis lingkungan global. Pemikirannya didasarkan pada nilai-nilai fiqh dan etika Islam. Nilai-nilai fiqh meliputi penghijauan lahan tandus, menjaga kebersihan, budidaya, dan reboisasi, sementara nilai-nilai etika mencakup penerapan konsep al-ihsan, bersahabat dengan lingkungan, larangan perusakan, keadilan, rasa syukur, dan kesederhanaan. Konsep al-Qaradawi sangat relevan dengan krisis lingkungan global saat ini. Diharapkan umat Muslim Indonesia, sebagai kelompok mayoritas, dapat memahami konsep ini dan membangun kesadaran berpikir religius terhadap lingkungan, sehingga konsep ini dapat diaplikasikan untuk mengatasi krisis lingkungan.

Pemikiran Yusuf al-Qaradawi tentang etika lingkungan menawarkan kerangka moral berbasis Islam yang relevan untuk mengatasi krisis lingkungan global.Konsepnya yang berpusat pada al-ihsan, keadilan, kesederhanaan, dan tanggung jawab memperluas cakupan etika Islam dari hubungan manusia dengan Allah menjadi hubungan manusia dengan seluruh ciptaan.Penerapan prinsip-prinsip ini melalui pendidikan, hukum, dan kebijakan publik dapat membentuk kesadaran ekologis berbasis agama di kalangan umat Muslim, khususnya di Indonesia.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana prinsip-prinsip etika lingkungan al-Qaradawi, seperti al-ihsan dan larangan perusakan, dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di sekolah-sekolah Islam di Indonesia untuk membentuk kesadaran ekologis sejak dini. Selain itu, perlu diteliti sejauh mana fatwa-fatwa berbasis fiqh lingkungan al-Qaradawi telah diadopsi oleh lembaga keagamaan dan pemerintah daerah dalam peraturan daerah tentang pengelolaan sampah, konservasi hutan, atau perlindungan satwa liar, serta apa hambatan sosial dan budaya yang menghalangi penerapannya. Terakhir, penelitian ini juga dapat mengembangkan model partisipatif yang melibatkan ulama, tokoh masyarakat, dan pelajar dalam proyek penghijauan atau pembersihan lingkungan berbasis nilai-nilai Islam, lalu mengukur dampaknya terhadap perubahan perilaku dan sikap masyarakat terhadap lingkungan, sehingga tidak hanya menjadi teori, tetapi menjadi gerakan nyata yang terakar dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim.

  1. #lembaga keagamaan#lembaga keagamaan
  2. #prinsip etika islam#prinsip etika islam
Read online
File size282.5 KB
Pages27
Short Linkhttps://juris.id/p-2Y1
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test