UWMUWM
PSIKOVIDYAPSIKOVIDYADisregulasi emosi pada anggota kepolisian sering berdampak pada perilaku marah yang meledak, agresif, kekerasan, dan permusuhan. Marah sering muncul ketika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan situasi dan kondisi. Sedangkan setiap anggota kepolisian selalu berhadapan dengan konflik sehari-hari di tempat kerja dan juga ketika menjalankan menejemen konflik yang sering ditemui di seluruh lingkungan masyarakat terlebih menghadapi situasi kerumunan perilaku massa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa besar pengaruh disregulasi emosi yang dirasakan oleh anggota kepolisian sehingga dapat mempengaruhi menejemen konflik dalam tugas-tugas mereka khususnya ketika mengendalikan perilaku massa. Hasilnya adalah terdapat pengaruh yang signifikan sebesar R (Koefisien Korelasi) sebesar 0,688, artinya terdapat hubungan (korelasi) yang kuat antara disregulasi emosi (X) dengan manajemen konflik (Y). Sedangkan nilai R Square sebesar 0,473, artinya 47,3% variabel manajemen konflik (Y) mampu dijelaskan oleh variabel disregulasi emosi (X), sedangkan sisanya 52,7% (100%-47,3%) mampu dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diamati.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara disregulasi emosi dengan kemampuan menejemen konflik anggota kepolisian.Disregulasi emosi ini dapat menimbulkan reaksi yang tidak tetap dalam menghadapi atau menyelesaikan masalah bagi seorang anggota kepolisian.Sehingga disregulasi emosi memerlukan penanganan dan pelatihan lebih lanjut dalam upaya mengelola emosi untuk penegak hukum yang demikian vitalnya berperan untuk melindungi, mengayomi, berpartner bersama masyarakat untuk mewujudkan ketertiban umum.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas pelatihan regulasi emosi untuk meningkatkan kemampuan manajemen konflik anggota kepolisian. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendekatan komunitas dalam mengurangi konflik massa melalui edukasi norma dan kepedulian sosial. Penelitian juga bisa mengkaji pengaruh dukungan organisasi terhadap kesejahteraan mental anggota polisi dalam mengelola stres dan konflik. Dengan memahami faktor-faktor penyebab disregulasi emosi, seperti tekanan kerja dan dinamika masyarakat, peneliti dapat mengembangkan strategi intervensi yang lebih tepat. Kajian tentang penggunaan teknik negosiasi konstruktif dalam situasi konflik massa juga layak dilakukan. Selain itu, studi tentang perbedaan cara anggota polisi mempersepsikan konflik sebelum dan sesudah pelatihan dapat memberikan wawasan baru. Penelitian tentang hubungan antara kepribadian polisi dan kemampuan mengendalikan emosi bisa menjadi arah studi menarik. Eksplorasi dampak stres kerja terhadap regulasi emosi polisi juga perlu dilanjutkan. Pemetaan keterampilan manajemen konflik yang paling efektif untuk situasi kerumunan massa bisa menjadi fokus penelitian selanjutnya. Terakhir, kajian tentang peran teknologi dalam memantau dan mengelola konflik massa secara real-time juga layak dieksplorasi.
| File size | 817.67 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
IKTIOLOGIIKTIOLOGI Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi ikan petek yang ada di Teluk Pabean, Indramayu. Penelitian dilaksanakanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi ikan petek yang ada di Teluk Pabean, Indramayu. Penelitian dilaksanakan
IKTIOLOGIIKTIOLOGI Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung ikan dengan tepung maggot memberikan respon yang sama (p≥0,05) terhadap retensi protein, retensiHasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung ikan dengan tepung maggot memberikan respon yang sama (p≥0,05) terhadap retensi protein, retensi
IJRETINAIJRETINA Namun, bukti mengenai hubungan ini masih tidak konsisten. Beberapa studi melaporkan bahwa tebal kornea sentral sekitar 6,50 µm lebih tinggi pada individuNamun, bukti mengenai hubungan ini masih tidak konsisten. Beberapa studi melaporkan bahwa tebal kornea sentral sekitar 6,50 µm lebih tinggi pada individu
IJRETINAIJRETINA Diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami dinamika ini dan meningkatkan strategi pencegahan. Pasien usia kerja menunjukkan kerentanan yang lebih tinggiDiperlukan penelitian lanjutan untuk memahami dinamika ini dan meningkatkan strategi pencegahan. Pasien usia kerja menunjukkan kerentanan yang lebih tinggi
ARIPAFIARIPAFI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gereja dalam merespons konflik sosial yang dialami masyarakat adat di Kabupaten Yahukimo. Kajian iniPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gereja dalam merespons konflik sosial yang dialami masyarakat adat di Kabupaten Yahukimo. Kajian ini
STAK PESATSTAK PESAT Hasil analisis pre-test dan post-test mahasiswa STAK Pesat Salatiga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dalam manajemen konflik setelah pelatihan.Hasil analisis pre-test dan post-test mahasiswa STAK Pesat Salatiga menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dalam manajemen konflik setelah pelatihan.
UNSURUNSUR Tindakan tersebut berada dalam yurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional berdasarkan Statuta Roma 1998, khususnya Pasal 5 dan Pasal 8. PertanggungjawabanTindakan tersebut berada dalam yurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional berdasarkan Statuta Roma 1998, khususnya Pasal 5 dan Pasal 8. Pertanggungjawaban
STMIKLOMBOKSTMIKLOMBOK Ektraksi ciri yang dimanfaatkan adalah warna Hue Saturation Value (HSV) dan tekstur Local Binary Pattern (LBP) yang mana masing-masing dicari nilai (1)mean,Ektraksi ciri yang dimanfaatkan adalah warna Hue Saturation Value (HSV) dan tekstur Local Binary Pattern (LBP) yang mana masing-masing dicari nilai (1)mean,
Useful /
STMIKLOMBOKSTMIKLOMBOK Hasil analisis menunjukkan bahwa metode KNN mencapai tingkat keakuratan yang tinggi dalam mengklasifikasi tweet yang mengandung kata kunci prakerja. Akurasi,Hasil analisis menunjukkan bahwa metode KNN mencapai tingkat keakuratan yang tinggi dalam mengklasifikasi tweet yang mengandung kata kunci prakerja. Akurasi,
STAK PESATSTAK PESAT Kegiatan pemuridan melalui Modul MSK 1 terbukti efektif membimbing Generasi Z menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang keselamatan dalam Kristus danKegiatan pemuridan melalui Modul MSK 1 terbukti efektif membimbing Generasi Z menuju pemahaman yang lebih mendalam tentang keselamatan dalam Kristus dan
AMIKVETERANAMIKVETERAN Penggunaan media peta konsep efektif meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia kelas II di MIS Tanjungsari Tersono. Peningkatan signifikan tercatat dariPenggunaan media peta konsep efektif meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia kelas II di MIS Tanjungsari Tersono. Peningkatan signifikan tercatat dari
UWMUWM Artinya bahwa semakin tinggi efikasi diri partisipan maka prokrastinasi akan menurun, dan begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian menyatakan bahwa adaArtinya bahwa semakin tinggi efikasi diri partisipan maka prokrastinasi akan menurun, dan begitu pula sebaliknya. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada