UNSRIUNSRI

Jurnal Penelitian SainsJurnal Penelitian Sains

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Kondisi ini menimbulkan berbagai tantangan dalam pengelolaan sumber daya dan pembangunan nasional, terutama dalam pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan indikator kependudukan di Indonesia tahun 2020, 2023, dan 2024. Matriks data indikator tersebut meliputi angka kelahiran, angka kematian, jumlah penduduk, laju pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, dan rasio jenis kelamin yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi, serta komponen Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yaitu Umur Harapan Hidup (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) pada 34 provinsi di Indonesia. Representasi matriks data dilakukan secara grafis menggunakan analisis biplot. Konfigurasi titik hasil biplot kemudian dibandingkan menggunakan analisis Procrustes melalui dua perbandingan, yaitu 2020 dengan 2024 dan 2023 dengan 2024. Hasil biplot menunjukkan bahwa angka kelahiran hidup, angka kematian bayi dan balita, angka kematian ibu, dan jumlah penduduk berkorelasi positif tinggi. Berdasarkan analisis Procrustes diperoleh ukuran kemiripan antara kedua matriks data yang dibandingkan. Pada perbandingan pertama, nilai translasi sebesar 0,0730, nilai rotasi sebesar 0,0690, dan nilai dilatasi sebesar 0,0688 dengan ukuran kemiripan 96,05%. Sedangkan pada perbandingan kedua, nilai translasi sebesar 0,0260, nilai rotasi sebesar 0,0122, dan nilai dilatasi sebesar 0,0119 dengan ukuran kemiripan 99,29%. Hasil ini menunjukkan bahwa biplot indikator kependudukan tahun 2020, 2023, dan 2024 memiliki kemiripan, dengan perubahan yang jauh lebih kecil dalam satu tahun terakhir dibandingkan dengan perubahan selama empat tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil representasi analisis biplot indikator kependudukan di Indonesia tahun 2020, 2023, dan 2024, posisi objek (provinsi) pada setiap kuadran tidak menunjukkan perubahan yang besar dari tahun ke tahun.Beberapa objek merupakan outlier, seperti DKI Jakarta dan DI Yogyakarta, yang mengalami sedikit perubahan posisi dari tahun 2020 hingga 2024.Penerapan analisis Procrustes pada perbandingan konfigurasi indikator kependudukan tahun 2020 dengan 2024 sebesar 96,05% dan tahun 2023 dengan 2024 sebesar 99,29%, sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator kependudukan di Indonesia antar kedua tahun tersebut relatif tidak menunjukkan banyak perubahan.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas periode data untuk memperoleh perbandingan yang lebih komprehensif, misalnya dengan menambahkan data tahun sebelum 2020 atau memperpanjang hingga tahun 2025. Selain itu, analisis Procrustes dapat diterapkan pada metode grafis lain seperti Correspondence Analysis (CA) atau Multiple Correspondence Analysis (MCA) untuk membandingkan perubahan dinamika indikator kependudukan secara lebih mendalam. Terakhir, penelitian lanjutan dapat menginvestigasi faktor-faktor penyebab perubahan kecil yang terjadi dalam satu tahun terakhir, terutama terkait kebijakan pemerintah atau dampak ekonomi global terhadap dinamika demografi di Indonesia.

  1. Perbandingan Biplot Indikator Kependudukan di Indonesia Tahun 2020, 2023, dan 2024 dengan Menggunakan... ejurnal.mipa.unsri.ac.id/index.php/jps/article/view/1314Perbandingan Biplot Indikator Kependudukan di Indonesia Tahun 2020 2023 dan 2024 dengan Menggunakan ejurnal mipa unsri ac index php jps article view 1314
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/978-3-031-63833-6Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 978 3 031 63833 6
Read online
File size306.86 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test