INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER

Neo Journal of economy and social humanitiesNeo Journal of economy and social humanities

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan pengelolaan dana BOS di SLB Negeri di Kota Administrasi Jakarta Selatan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pengawasan pengelolaan dana BOS di SLB Negeri di Kota Administrasi Jakarta Selatan dan mengetahui strategi pengawasan pengelolaan dana BOS di SLB Negeri di Kota Administrasi Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah pengawasan dana BOS di SLB Provinsi DKI Jakarta telah dilakukan secara sistematis melalui tahap-tahap standar, evaluasi, perbandingan, dan koreksi berdasarkan peraturan terbaru dan pelaporan digital. Pengawasan didukung oleh pendidikan dan transparansi, tetapi terkendala oleh jumlah pengawas yang terbatas, batasan waktu, dan kesenjangan kompetensi. Strategi pengawasan dilakukan melalui pendekatan coaching dan sanksi. Secara umum, pengawasan telah berjalan dengan baik tetapi perlu penguatan sumber daya manusia dan optimasi teknologi untuk menjadi lebih efektif dan memiliki dampak maksimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan khusus.

Pelaksanaan pengawasan dana BOS di SLB DKI Jakarta telah dilakukan secara sistematis dengan mengikuti standar dan ketentuan yang berlaku.Pengawasan dilakukan melalui empat tahap, yaitu penetapan standar, pengukuran hasil, perbandingan, dan tindakan korektif.Standar pengawasan yang digunakan mengacu pada Buku Saku Pengawasan atas Penatausahaan Dana BOS dan BOP serta Juknis terbaru yang menjelaskan prinsip-prinsip pertanggungjawaban dan efektivitas dalam mengelola dana BOS untuk SLB.Dalam pelaksanaannya, pengukuran hasil dilakukan melalui evaluasi dokumen keuangan, SPJ, dan pelaporan berbasis sistem digital yang memudahkan pengawasan.Proses perbandingan dilakukan dengan mencocokkan laporan realisasi anggaran dengan dokumen RKAS yang telah disiapkan, serta melihat transparansi pelaporan yang telah dimulai oleh beberapa SLB, seperti menampilkan penggunaan dana pada papan informasi sekolah.Tindakan korektif lebih diarahkan pada coaching preventif untuk menghindari kesalahan yang berpotensi menjadi pelanggaran serius.Mekanisme ini sejalan dengan prinsip sistem pengendalian intern pemerintah.Namun, pengawasan masih menghadapi kendala dalam jumlah pengawas yang terbatas.Hanya ada tiga pengawas yang bertanggung jawab mengawasi seluruh SLB di wilayah DKI Jakarta, yang menyebabkan keterbatasan frekuensi pengawasan dan coaching langsung.Ke depan, efektivitas pengawasan sangat bergantung pada penguatan kapasitas institusi, seperti peningkatan jumlah pengawas, peningkatan kompetensi SDM, dan optimasi penggunaan sistem digital yang lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.Beberapa faktor mempengaruhi efektivitas pengawasan dana BOS di SLB.Perubahan regulasi yang terus diperbarui setiap tahun mengharuskan sekolah dan pengawas untuk beradaptasi dengan cepat, sementara memberikan peluang perbaikan dengan fleksibilitas kebijakan yang lebih tinggi.Kompleksitas koordinasi antara institusi pengawas dan unit kerja merupakan tantangan tersendiri, terutama dalam menyelaraskan pemahaman dan jadwal kerja di lapangan.Selain itu, kebutuhan untuk mendelegasikan wewenang pengawasan kepada pejabat teknis adalah solusi untuk mempercepat respons pengawasan dan memperkuat pertanggungjawaban.Dalam prakteknya, kesalahan dalam pengelolaan dana BOS di SLB dapat umumnya dikendalikan berkat sistem coaching dan mentoring yang berjalan dengan baik.Faktor-faktor pendorong kesuksesan pengawasan meliputi kedisiplinan pengawas dan kepala sekolah, kesadaran tanggung jawab publik, keterbukaan unit pendidikan, dan kepatuhan terhadap sistem pelaporan online.Namun, pengawasan juga menghadapi kendala seperti jumlah pengawas yang sangat terbatas, waktu minimal untuk pengawasan lapangan, perbedaan kompetensi antara pengelola dana, dan kurangnya koordinasi yang menyebabkan keterlambatan pelaporan dan pemahaman yang tidak merata terhadap regulasi terbaru.Strategi pengawasan dana BOS di SLB Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi dua pendekatan utama.Pendekatan non-deterrence dilakukan melalui pendidikan dan pembangunan kapasitas melalui sosialisasi, bimbingan teknis, dan workshop, sehingga unit pendidikan dapat mengelola dana dengan benar tanpa tekanan atau ancaman sanksi.Sementara itu, pendekatan deterrence diimplementasikan dengan memberikan sanksi administratif, peringatan, dan memanggil sekolah untuk klarifikasi atas temuan pelanggaran.Dalam kasus tertentu, sanksi dapat diteruskan ke sektor kepegawaian untuk diproses lebih lanjut sesuai tingkat kesalahan yang terjadi.Secara keseluruhan, sistem pengawasan dana BOS di SLB Provinsi DKI Jakarta telah berjalan cukup baik, meskipun masih perlu penguatan dalam hal sumber daya, sistem dukungan teknologi, dan peningkatan kapasitas pelaksana agar pengawasan menjadi lebih efektif dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan khusus.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: . . 1. Mengembangkan sistem pengawasan dana BOS yang lebih terintegrasi dan berbasis digital, dengan melibatkan berbagai pihak seperti guru, komite sekolah, dan masyarakat. Sistem ini dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS di lingkungan SLB.. . 2. Meneliti dan menganalisis dampak dari pengawasan dana BOS terhadap peningkatan kualitas pendidikan khusus. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana pengawasan yang efektif dapat meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi siswa dengan kebutuhan khusus, serta bagaimana pengawasan dapat membantu mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh SLB dalam pengelolaan dana BOS.. . 3. Menganalisis dan mengevaluasi strategi pengawasan yang telah diterapkan, serta mengembangkan strategi baru yang lebih komprehensif dan efektif. Penelitian ini dapat melibatkan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Pendidikan, Inspektorat, dan pihak sekolah, untuk memastikan bahwa strategi pengawasan yang diterapkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan khusus.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s10055-020-00498-8Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s10055 020 00498 8
  2. Selamat, website jkpjournal.com telah aktif!. jkpjournal aktif silahkan hapus file index php gantikan... doi.org/10.47441/jkp.v17i2.284Selamat website jkpjournal telah aktif jkpjournal aktif silahkan hapus file index php gantikan doi 10 47441 jkp v17i2 284
  3. PENINGKATAN KEMAMPUAN TENAGA AKUNTANSI UNTUK PELAPORAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DI KELOMPOK... ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/pkm/article/view/423PENINGKATAN KEMAMPUAN TENAGA AKUNTANSI UNTUK PELAPORAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH BOS DI KELOMPOK ejournal seaninstitute index php pkm article view 423
  4. Supervision of the Use of School Operational Assistance (BOS) Funds in State Special Schools (SLB) in... internationalpublisher.id/journal/index.php/Nejesh/article/view/321Supervision of the Use of School Operational Assistance BOS Funds in State Special Schools SLB in internationalpublisher journal index php Nejesh article view 321
Read online
File size362.29 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test