SEANINSTITUTESEANINSTITUTE

INFOKUMINFOKUM

Kualitas udara dalam ruangan merupakan faktor penting yang memengaruhi kesehatan dan keselamatan manusia, terutama di lingkungan industri dan laboratorium yang berisiko terhadap kebocoran gas berbahaya. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan sistem yang mampu memantau kualitas udara secara real-time dan mendeteksi kebocoran gas dengan tingkat akurasi tinggi. Salah satu metode kecerdasan buatan yang dapat digunakan dalam sistem kontrol kualitas udara adalah logika fuzzy, yang mampu memproses data sensor dengan tingkat ketidakpastian tinggi dan menghasilkan keputusan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem kontrol kualitas udara berbasis logika fuzzy untuk mendeteksi kebocoran gas. Sistem ini menggunakan berbagai sensor seperti sensor gas (seri MQ), sensor suhu, dan sensor kelembapan, yang dataannya diproses menggunakan algoritma fuzzy untuk menentukan tingkat kualitas udara dan mendeteksi kebocoran gas secara otomatis. Jika kebocoran gas atau penurunan kualitas udara terdeteksi di bawah ambang batas yang ditetapkan, sistem akan mengaktifkan alarm peringatan dan mengontrol ventilasi untuk mempertahankan kondisi udara yang aman. Hasil uji menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi kebocoran gas dengan tingkat akurasi tinggi dan memberikan respons cepat terhadap perubahan kondisi udara dalam ruangan. Penggunaan logika fuzzy memungkinkan sistem untuk menyesuaikan tindakan berdasarkan tingkat kebocoran atau polusi udara, sehingga meningkatkan efisiensi dan keandalan dalam kontrol kualitas udara. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan dalam ruangan, terutama di lingkungan yang rentan terhadap kebocoran gas.

Sistem kontrol kualitas udara berbasis logika fuzzy untuk mendeteksi kebocoran gas telah terbukti efektif dalam berbagai kondisi lingkungan dan konsentrasi gas.Sensor MQ-135 dan algoritma fuzzy menunjukkan akurasi tinggi dalam mendeteksi gas berbahaya seperti CO2, CO, dan CH4, serta memberikan respons cepat dalam menghadapi perubahan kondisi udara.Pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengidentifikasi kebocoran gas dengan tepat dan menjaga kualitas udara dalam ruangan.Meskipun sistem ini telah menunjukkan kinerja yang baik, perlu dilakukan kalibrasi lanjutan dan integrasi dengan sistem manajemen bangunan untuk meningkatkan keandalan.Selain itu, penggunaan teknologi IoT dan AI dapat memperkuat kemampuan sistem dalam mendeteksi dan mengelola kebocoran gas secara lebih efisien.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang optimasi kalibrasi sensor untuk meningkatkan akurasi deteksi gas dalam berbagai kondisi lingkungan. Kedua, eksplorasi integrasi sistem dengan teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau kualitas udara secara real-time dan meningkatkan respons sistem terhadap kebocoran gas. Ketiga, studi tentang penerapan sistem ini dalam lingkungan residensial dengan variasi ventilasi yang berbeda untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam skala yang lebih luas. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan lingkungan dalam ruangan melalui inovasi teknologi kontrol kualitas udara.

Read online
File size120.12 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test