SCIENTICSCIENTIC

SCIENASCIENA

Latar Belakang: Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum yang biasanya berkembang melalui tahap primer, sekunder, laten, dan tersier. Sifilis primer ditandai dengan chancre genital tidak nyeri, sedangkan sifilis sekunder bermanifestasi dengan kelainan sistemik dan mukokutan. Overlapping sifilis primer dan sekunder jarang terjadi dan jarang dilaporkan pada pasien imunokompeten. Kasus: Seorang pria imunokompeten usia 38 tahun datang dengan ulkus penis tidak nyeri yang semakin membesar selama dua bulan, disertai makula eritematosa tidak gatal dengan skuama putih pada kedua telapak tangan selama satu bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan ulkus genital soliter dangkal dengan indurasi dan batas tegas serta makula pada palmar. Dermoskopi menunjukkan “Bietts collarette. Pemeriksaan serologi menunjukkan VDRL reaktif (1:32) dan TPHA reaktif (1:5120) dengan tes HIV non-reaktif. Pemeriksaan histopatologi ulkus penis menunjukkan ulserasi epidermis, infiltrasi padat sel plasma dan limfohistiosit perivaskular, serta endarteritis obliterans yang konsisten dengan ulkus sifilis. Kultur uretra mengidentifikasi Neisseria gonorrhoeae yang menunjukkan uretritis gonore koinfeksi. Pasien didiagnosis sifilis primer dan sekunder overlap dengan koinfeksi gonore dan diterapi dengan benzathine penicillin G intramuskular, cefixime oral, dan azithromycin, dengan perbaikan klinis bermakna. Diskusi: Persistensi chancre melebihi waktu penyembuhan yang diharapkan bersama dengan adanya syphilitic roseola pada palmar mendukung terjadinya overlap tahap dibanding progresi berurutan. Diagnosis yang terlambat dan koinfeksi gonore mungkin berkontribusi pada presentasi ini meskipun status imun tetap baik. Kesimpulan: sifilis primer dan sekunder overlap dapat terjadi pada pasien imunokompeten. Pengenalan presentasi atipikal ini serta korelasi klinikopatologis yang komprehensif penting untuk memastikan diagnosis yang akurat dan tata laksana yang tepat.

Sifilis primer dan sekunder overlap dapat terjadi pada pasien imunokompeten.Pengenalan presentasi atipikal ini serta korelasi klinikopatologis yang komprehensif penting untuk memastikan diagnosis yang akurat dan tata laksana yang tepat.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji mekanisme terjadinya overlap tahap sifilis primer dan sekunder pada pasien imunokompeten, terutama pengaruh stres psikologis atau faktor lingkungan yang memengaruhi respons imun. Selain itu, studi tentang peran koinfeksi gonore dalam mempercepat progresi sifilis atau mengganggu proses penyembuhan ulkus dapat memberikan wawasan baru. Terakhir, penelitian evaluasi efektivitas kombinasi terapi antibiotik untuk mengatasi infeksi ganda seperti sifilis dan gonore perlu dilakukan, terutama dalam konteks resistensi antibiotik yang meningkat.

Read online
File size786.97 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test