USDUSD

UC Journal: ELT, Linguistics and Literature JournalUC Journal: ELT, Linguistics and Literature Journal

Ketidakseimbangan budaya dalam buku teks pengajaran bahasa Inggris (ELT) tetap menjadi kekhawatiran utama di konteks EFL Indonesia. Banyak buku teks ELT yang didukung pemerintah sering menekankan budaya lokal sementara mengabaikan perspektif global, yang dapat menghambat pengembangan kompetensi komunikasi antarbudaya (ICC) siswa. Untuk mengatasi masalah ini, studi ini mengeksplorasi representasi nilai multikultural dalam buku teks ELT Pathway to English untuk siswa kelas X, yang tidak didukung pemerintah. Dengan menggunakan lima dimensi budaya Moran (2001) dan kerangka analisis diskursus kritis Fairclough (1995), temuan menunjukkan bahwa buku teks ini mencerminkan tiga nilai: menghargai produk budaya orang lain (AOPCP), menghormati komunitas orang lain (ROPC), dan menghargai praktik budaya orang lain (AOPP). Namun, buku teks ini kurang merepresentasikan perspektif budaya dan tokoh. Meskipun memperkenalkan budaya internasional, konten fokus pada produk budaya, membatasi peluang pengembangan ICC siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa konten budaya yang seimbang dan komprehensif sangat penting dalam buku teks ELT untuk mendukung pengembangan holistik ICC siswa di dunia yang semakin global.

Buku teks ELT Pathway to English untuk siswa kelas X mengandung berbagai nilai multikultural, seperti menghargai produk budaya, praktik, dan komunitas orang lain.Namun, buku teks ini masih kurang dalam mengembangkan pemahaman terhadap perspektif budaya dan tokoh.Meskipun mencakup budaya lokal, target, dan internasional, konten cenderung menekankan budaya internasional.Oleh karena itu, buku teks ini menunjukkan nilai multikultural yang tidak lengkap dan tidak seimbang.Studi ini merekomendasikan penelitian lanjutan menggunakan kategori budaya yang berbeda dan penyediaan informasi budaya yang lebih mendalam untuk memperkaya perspektif siswa.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengaruh representasi perspektif budaya terhadap pengembangan kompetensi komunikasi antarbudaya (ICC) siswa, serta perbandingan antara buku teks ELT yang didukung pemerintah dan non-pemerintah dalam menyajikan nilai multikultural. Selain itu, studi tentang penggunaan teknologi digital dalam memperkaya pemahaman budaya melalui buku teks dapat menjadi arah baru. Penelitian ini juga perlu mengembangkan metode untuk mengukur efektivitas konten budaya dalam meningkatkan toleransi dan kesadaran antarbudaya siswa, serta menganalisis bagaimana budaya lokal dapat lebih secara aktif diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran tanpa mengorbankan perspektif global.

  1. The Representation of Multicultural Values in National Mandatory English Textbooks Used in Indonesian... doi.org/10.18415/ijmmu.v8i1.2337The Representation of Multicultural Values in National Mandatory English Textbooks Used in Indonesian doi 10 18415 ijmmu v8i1 2337
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/article/10.1007/s10919-015-0226-4Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer article 10 1007 s10919 015 0226 4
  3. MULTICULTURAL VALUES REPRESENTATION IN AN INDONESIAN EFL TEXTBOOK | Roviandini | UC Journal: ELT, Linguistics... e-journal.usd.ac.id/index.php/UC/article/view/12440MULTICULTURAL VALUES REPRESENTATION IN AN INDONESIAN EFL TEXTBOOK Roviandini UC Journal ELT Linguistics e journal usd ac index php UC article view 12440
Read online
File size1002.4 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test