BUSTANULULUMBUSTANULULUM

Bustanul Ulum Journal of Islamic EducationBustanul Ulum Journal of Islamic Education

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konstruksi pendidikan kritis yang terkandung dalam novel Hayy Ibn Yaqzan karya Ibnu Thufail, khususnya dalam kaitannya dengan pendidikan tauhid. Novel Hayy Ibn Yaqzan memiliki korelasi erat dengan pendidikan kritis karena memuat kisah perjalanan spiritual dan intelektual manusia dalam pencarian kebenaran. Latar belakang penelitian ini didasari oleh minat untuk membangun konsepsi penalaran pendidikan kritis serta mengeksplorasi probabilitas lain yang terkandung dalam novel klasik tersebut. Sumber utama penelitian ini adalah novel “Hayy Ibn Yaqzan dan literatur terkait yang relevan dengan tema riset. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi. Proses analisis isi dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis konstruksi penalaran pendidikan yang muncul dalam novel. Temuan penelitian ini mencakup beberapa aspek penting, seperti pendidikan melalui observasi alam, penggunaan akal dan penalaran rasional dalam memahami agama, dorongan kemandirian dalam mempelajari agama, pendidikan moral dan etika, serta pentingnya dialog dan refleksi kritis dalam pencarian pemahaman spiritual. Studi ini memberikan wawasan baru bagi pengembangan pendekatan pendidikan kritis dalam konteks pendidikan Islam, sekaligus memperkaya hubungan antara sastra Islam dan pendidikan kritis. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi praktisi pendidikan Islam dalam mengembangkan strategi dan pendekatan pendidikan yang kritis, reflektif, dan kontekstual, khususnya dalam kaitannya dengan aktualisasi kurikulum merdeka.

Berdasarkan hasil pemaparan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa pemikiran filsafat Ibnu Thufail merekonsiliasi dua model pemikiran pendidikan tauhid yang mendasarkan pengetahuannya pada kekuatan rasio murni melalui metode penalaran rasional dan model pemikiran tasawuf yang lebih bersifat intuitif, yang dalam mencapai kebenaran sejati lebih mendasarkan pada olah spiritual.Melalui alegoris Hayy Ibn Yaqzan, Ibnu Thufail menekankan bahwa antara filsafat dan agama tidak ada pertentangan, dengan kata lain, akal tidak bertentangan dengan wahyu.Allah tidak hanya dapat diketahui dengan wahyu, tetapi juga dapat diketahui dengan akal, seperti halnya Hayy Ibn Yaqzan yang mampu mencapai kebenaran tertinggi melalui akalnya.

Penelitian ini membuka gerbang bagi studi lebih lanjut yang dapat memperdalam pemahaman kita tentang relevansi pemikiran Ibnu Thufail di era modern. Salah satu arah yang menjanjikan adalah merancang model pedagogi inovatif yang berakar pada konsep pendidikan kritis perspektif Ibnu Thufail, khususnya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer seperti implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Penelitian dapat mengeksplorasi secara empiris bagaimana prinsip pemberdayaan akal dan olah spiritual yang ditekankan Ibnu Thufail dapat diintegrasikan dalam kurikulum, serta mengukur dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis dan kecerdasan spiritual siswa. Selain itu, studi di masa depan dapat meneliti implikasi psikologis dan kognitif dari proses pembelajaran otodidak dan penemuan kebenaran secara mandiri, seperti yang dialami Hayy Ibn Yaqzan. Penelitian ini akan sangat berguna untuk memahami bagaimana peserta didik mengembangkan penalaran kritis dan intuisi spiritual melalui pengalaman pribadi dan eksplorasi lingkungan, khususnya ketika dibandingkan dengan metode pengajaran formal. Terakhir, untuk memperkaya khazanah intelektual, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara pemikiran pendidikan kritis Ibnu Thufail dengan tokoh filosof atau pendidik kritis dari berbagai peradaban lain, baik Barat maupun Timur. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek universalitas maupun keunikan pendekatan Ibnu Thufail dalam mendorong pemikiran kritis dan pencarian kebenaran sejati, menempatkan kontribusinya dalam dialog pendidikan global, serta melihat bagaimana konsep rekonsiliasi akal dan wahyu tercermin dalam pendekatan pedagogis mereka.

  1. Mystical, Ontological, and Functionalist According to Cornelis Anthonie Van Peursen in The Theory of... doi.org/10.55123/sosmaniora.v1i4.1088Mystical Ontological and Functionalist According to Cornelis Anthonie Van Peursen in The Theory of doi 10 55123 sosmaniora v1i4 1088
  2. Analisis Pemikiran Pendidikan Kritis Perspektif Ibnu Thufail | Bustanul Ulum Journal of Islamic Education.... journal.bustanululum.ac.id/index.php/bujie/article/view/54Analisis Pemikiran Pendidikan Kritis Perspektif Ibnu Thufail Bustanul Ulum Journal of Islamic Education journal bustanululum ac index php bujie article view 54
  3. Konsep Pendidikan Islam Ibn Thufail | AS-SABIQUN. konsep pendidikan islam ibn thufail sabiqun quick jump... ejournal.stitpn.ac.id/index.php/assabiqun/article/view/353Konsep Pendidikan Islam Ibn Thufail AS SABIQUN konsep pendidikan islam ibn thufail sabiqun quick jump ejournal stitpn ac index php assabiqun article view 353
  4. Pendidikan Tasawuf Ibnu Thufail dalam Novel Hayy bin Yaqdzan | Qodim | ESOTERIK: JURNAL AKHLAK DAN TASAWUF.... journal.uinsuku.ac.id/index.php/esoterik/article/view/8503Pendidikan Tasawuf Ibnu Thufail dalam Novel Hayy bin Yaqdzan Qodim ESOTERIK JURNAL AKHLAK DAN TASAWUF journal uinsuku ac index php esoterik article view 8503
Read online
File size340.36 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test