POLTEKATIPDGPOLTEKATIPDG

SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi IndustriSAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri

Beban kerja yang melebihi kapasitas kerja operator dapat menurunkan efektivitas kerja serta meningkatkan risiko kelelahan pada proses produksi. Salah satu aktivitas yang berpotensi meningkatkan beban kerja adalah manual material handling yang dilakukan secara berulang selama proses produksi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beban kerja operator Open Top Roller (OTR) pada industri pengolahan teh menggunakan metode work sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap dua operator OTR selama lima hari kerja dengan pengamatan acak pada jam kerja efektif. Analisis meliputi pengukuran produktivitas, uji keseragaman dan kecukupan data, penentuan rating factor menggunakan metode Westinghouse, perhitungan allowance, waktu baku, dan beban kerja operator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat produktivitas operator tergolong tinggi dengan persentase aktivitas produktif sebesar 91,78% dan 92,86%. Namun demikian, nilai beban kerja masing-masing sebesar 1,61 dan 1,66 menunjukkan bahwa kedua operator berada pada kategori overload. Tingginya beban kerja dipengaruhi oleh aktivitas manual material handling yang dilakukan secara berulang dan tingginya intensitas kerja selama proses penggulungan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi sistem kerja melalui pengurangan aktivitas manual material handling, perbaikan metode kerja, dan peninjauan pengaturan kerja untuk menciptakan kondisi kerja yang lebih efektif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa operator Open Top Roller memiliki tingkat produktivitas dengan persentase aktivitas produktif masing-masing sebesar 91,78% dan 92,86%.Namun demikian, nilai beban kerja sebesar 1,61 dan 1,66 menunjukkan bahwa kedua operator berada pada kategori overload.Kondisi tersebut mengindikasikan adanya ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kapasitas kerja operator yang dipengaruhi oleh aktivitas manual material handling selama proses penggulungan.Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistem kerja melalui evaluasi metode kerja, pengurangan aktivitas manual material handling, dan peninjauan pengaturan kerja untuk menciptakan kondisi kerja yang lebih efektif dan aman.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan evaluasi sistem kerja pada stasiun penggulungan dengan fokus pada pengurangan aktivitas manual material handling, perbaikan fasilitas kerja, pengaturan tenaga kerja, dan peningkatan keselamatan kerja operator. Perbaikan desain conveyor dan alat bantu material handling dapat mengurangi aktivitas pengangkatan manual. Selain itu, evaluasi distribusi kerja dan penjadwalan istirahat dapat membantu mengurangi akumulasi fatigue operator. Dengan demikian, diharapkan dapat menurunkan beban kerja operator, meningkatkan keselamatan kerja, dan mendukung proses produksi secara berkelanjutan.

  1. Manual material handling analysis using biomechanics at repair department workers | JENIUS : Jurnal Terapan... jurnal.sttmcileungsi.ac.id/index.php/jenius/article/view/498Manual material handling analysis using biomechanics at repair department workers JENIUS Jurnal Terapan jurnal sttmcileungsi ac index php jenius article view 498
  2. DOI Name 10.1016 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support namespace... doi.org/10.1016DOI Name 10 1016 Values name values index type timestamp data serv crossref email support namespace doi 10 1016
  3. DOI Name 10.6172 Values. doi name values index type timestamp data hs admin 13z handle na delete hdl... doi.org/10.6172DOI Name 10 6172 Values doi name values index type timestamp data hs admin 13z handle na delete hdl doi 10 6172
Read online
File size323.37 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test