UmriUmri

EduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi PembelajaranEduTeach : Jurnal Edukasi dan Teknologi Pembelajaran

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan Model pembelajaran Problem Solving Dengan Model Problem Posing Terhadap Hasil Belajar Siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh kelas X Mia SMA Yapip Makassar. Sampel yang digunakan, kelas X Mia 1 dan X Mia 2. Pengambilan sampel digunakan dengan teknik total sampling. Hasil posttest di kelas eksperimen 1 didapatkan nilai terendah 70 dan nilai tertinggi 97 begitu pula pada kelas eksperimen 2 didapatkan nilai terendah 65 dan nilai tertinggi 86, nilai rata-rata pada kelas eksperimen 1 adalah 79,6 dan nilai rata-rata kelas eksperimen 2 adalah 75,7. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian ini terdapat perbandingan model pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dilihat dari data hasil hipotesis menggunakan uji Paired Sample T-test diperoleh nilai signifikan 2,043, karena nilai signifikasi lebih kecil dari 2,093 maka Ho ditolak dan H1 diterima. Sehingga ada perbedaan hasil belajar dari kedua model pembelajaran tersebut. Karena rata-rata hasil belajar siswa kelas problem solving lebih besar dari rata-rata hasil belajar siswa kelas problem posing yakni 79,6 > 75,7, maka model pembelajaran problem solving lebih baik dari pada model pembelajaran problem posing.

Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen I untuk pretest didapatkan nilai rata-rata yaitu sebesar 75,5 dan untuk posttest didapatkan nilai rata-rata sebesar 79,6.Dengan nilai presentasi hasil posttest yang diperoleh dengan kriteria ketuntasan terdapat 20%, sedangkan siswa yang memenuhi nilai kriteria ketuntasan terdapat 80%.Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen II untuk pretest didapatkan nilai rata-rata yaitu sebesar 72,6 dan untuk posttest didapatkan nilai rata-rata sebesar 75,7.Dengan nilai presentasi hasil posttest yang diperoleh dengan kriteria ketuntasan terdapat 40%, sedangkan siswa yang memenuhi nilai kriteria ketuntasan terdapat 60%.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan teknologi digital dalam model pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing untuk meningkatkan partisipasi siswa secara daring. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak jangka panjang dari model pembelajaran ini terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Terakhir, peneliti dapat mengeksplorasi integrasi model pembelajaran hybrid (gabungan Problem Solving dan Problem Posing) dalam konteks pembelajaran biologi berbasis proyek.

Read online
File size616.1 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test