UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Peningkatan jumlah populasi Indonesia merupakan dampak dari peningkatan angka kelahiran. KB Injeksi adalah keluarga berencana yang paling banyak digunakan oleh wanita usia reproduksi (WUS). Tingginya penerima keluarga berencana injeksi 3 bulan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan paritas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dan paritas dengan pilihan kontrasepsi injeksi.. . Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan di puskesmas Baloi Permai, penelitian ini dilakukan selama 6 bulan, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penerima keluarga berencana injeksi di wilayah kerja Puskesmas Baloi Pemai sebanyak 6.219 penerima. Dengan jumlah sampel 98 orang, pengambilan sampel menggunakan purposive sample dengan instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Chi Square.. . Hasil: Hasil penelitian paritas pada penerima yang memilih kontrasepsi injeksi terbanyak adalah kategori anak 2-4 tahun yaitu sebanyak 57 orang (58,2%). Penerima keluarga berencana kontrasepsi yang memilih kontrasepsi injeksi terbanyak adalah kontrasepsi injeksi 3 bulan yaitu sebanyak 51 responden (52,0%). dengan nilai p = 0,025.

Penelitian ini menyarankan agar para penerima KB dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan kontrasepsi yang akan digunakan dan sebaiknya meminta penjelasan dari petugas kesehatan untuk memberikan bantuan dalam memilih kontrasepsi sehingga keluarga berencana yang digunakan benar-benar aman digunakan bahkan dalam jangka panjang.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk memahami secara komprehensif faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan kontrasepsi injeksi di Puskesmas Baloi Permai. Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada penggalian lebih dalam mengenai persepsi dan pengalaman para penerima KB terkait dukungan suami, termasuk bentuk-bentuk dukungan yang paling dirasakan manfaatnya. Selain itu, penting untuk meneliti pengaruh faktor sosial budaya dan ekonomi terhadap keputusan pemilihan kontrasepsi, karena faktor-faktor ini dapat berinteraksi dengan dukungan suami dan paritas. Penelitian lanjutan juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih kaya dan mendalam mengenai dinamika pengambilan keputusan terkait kontrasepsi dalam keluarga. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan informasi yang lebih akurat dan relevan bagi pengembangan program keluarga berencana yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Read online
File size180.41 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-1LB
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test