UNHIUNHI

Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan KebudayaanDharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan

Penelitian yang telah dilakukan pada kakawin Bhomāntaka belum menunjukkan siapa pengarangnya. Untuk menjawab pertanyaan ini, penelitian ini menggunakan metode filologi untuk menganalisis maṅgala kakawin Bhomāntaka. Sedangkan untuk masalah nama pengarang dan raja yang memerintah saat kakawin ditulis, penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa Dhairya Sahaja adalah seorang wiku dan pengarang Bhomāntaka yang menempatkan Jayabhaya sebagai junjungannya. Jayabhaya adalah raja dari periode Kaḍiri yang dalam Bhomāntaka disebut sebagai hakim dalam peradilan karya sastra. Iṣṭadewata yang dipuja dalam Bhomāntaka adalah dewa Kāma yang disebut Manobhū.

Penelitian ini menemukan bahwa Dhairya Sahaja adalah pengarang kakawin Bhomāntaka yang menempatkan Jayabhaya sebagai junjungannya.Jayabhaya, seorang raja dari periode Kaḍiri, dianggap sebagai hakim dalam peradilan karya sastra.Iṣṭadewata dalam kakawin ini adalah dewa Kāma yang disebut Manobhū.Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya analisis filologis dalam mengidentifikasi peran tokoh-tokoh sejarah dalam karya sastra kuno.Selanjutnya, diperlukan penelitian lanjutan untuk memperkuat temuan ini melalui pendekatan multidisiplin.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran Jayabhaya sebagai raja dan penyair dalam konteks sejarah Jawa Kuno. 2. Analisis lebih mendalam tentang simbolisme dewa Kāma dalam Bhomāntaka dan hubungannya dengan tradisi sastra Jawa. 3. Studi komparatif antara Bhomāntaka dengan kakawin lain dari periode Kaḍiri untuk memahami perkembangan tema dan gaya sastra pada masa itu.

Read online
File size612.96 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test