UNHIUNHI

Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan KebudayaanDharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arak sebagai minuman permentasi lokal. Di samping itu ingin mengetahui fungsi dan simbolis arak dalam tradisi masyarakat Bali. Penelitian bersifat kualitatif. Pendekatan etnografi dan cara pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pustaka. Data dianalisis sesuai tingkat kepentingan dan selanjutnya di interpretasi. Dalam pembahasan menjelaskan bahwa minuman prementasi arak telah dibuat sejak dulu oleh penutur Austronesia yang lebih dominan dalam bercocok tanam menghasilkan inovasi dan memunculkan permentasi minuman salah satunya adalah arak. Hingga kini masyarakat agraris di pedesaan terlebih di pegunungan, banyak yang mengolah pohon kelapa di ambil niranya menjadi bahan arak. Kegiatan produksi permentasi arak yang secara turun-temurun ini telah berkembang menjadi bahan untuk berbagai fungsi tidak hanya diminum namun juga untuk kelengkapan bahan upacara religi. Fungsi lain yakni sebagai bahan pengobatan tradisional. Arak kini telah bertransformasi di mana arak menjadi simbol identitas kultural.

Bali merupakan daerah tujuan wisata yang memiliki beragam jenis minuman tradisional.Keberadaan minuman tradisional Bali bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.Minuman tradisional Bali memegang peranan penting dalam upacara keagamaan seperti tuak, arak, dan brem.Arak juga menjadi sajian menarik untuk wisatawan.Oleh karena itu, keberadaan minuman tradisional Bali harus dilestarikan agar tetap menjadi aset kuliner bangsa dan tidak punah di tengah pesatnya serbuan minuman modern.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang peran arak dalam industri pariwisata Bali yang semakin berkembang, termasuk potensi arak sebagai produk lokal yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Kedua, studi mengenai dampak kesehatan dari konsumsi arak secara tradisional, terutama dalam konteks penggunaan sebagai obat tradisional. Ketiga, penelitian tentang upaya pelestarian teknik pembuatan arak yang turun-temurun, dengan fokus pada adaptasi teknologi modern tanpa menghilangkan nilai budaya lokal. Ketiga saran ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan penelitian yang lebih mendalam dan berkontribusi pada pelestarian warisan budaya serta pengembangan ekonomi lokal.

Read online
File size492.95 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test