FTUNCENFTUNCEN

Jurnal Sipil TerapanJurnal Sipil Terapan

Biodiesel yang secara umum didefinisikan sebagai ester monoalkil dari tanaman dan lemak hewan merupakan bahan bakar alternatif yang sangat potensial digunakan sebagai pengganti solar karena kemiripan karakteristiknya. Minyak goreng bekas (waste cooking oil) atau minyak jelantah, sangat potensial untuk diolah menjadi biodiesel dan Penelitian ini dibuat bertujuan untuk menghasilkan limbah minyak goreng bekas menjadi biodisel dari hasil proses pre-treatment minyak goreng bekas dengan limbah ampas tebu juga mengetahui manfaat limbah ampas tebu sebagai pre-treatment minyak ukuran partikel terbaik dalam proses pre-treatment minyak, dan bahan baku yang digunakan adalah minyak goreng bekas dari tempat makan Food Court Rocket Chicken. Limbah dari ampas tebu bermanfaat sebagai proses adsoprsi pemurnian minyak goreng bekas yang mampu menurunkan kadar asam lemak bebas, kadar air dan kadar kotoran untuk proses pembuatan biodisel.Hasil ukuran partikel yang optimum setelah proses adsoprsi yaitu pada ukuran 30 mesh dengan hasil analisa kadar asam lemak bebas yaitu 1,93 %, kadar air yaitu 0,0018 % dan kadar kotoran yaitu 0,03 %. Hasil analisa biodisel dari proses pre-treatment yaitu viskositas yaitu 5,7 Cst, Densitas yaitu 860 kg/m3 dan bilangan asam yaitu 0,8 mg KOH/g minyak. Hasil ini sesuai standar nasional No 04-7182-2006.

Limbah dari ampas tebu bermanfaat sebagai proses adsoprsi pemurnian minyak goreng bekas yang mampu menurunkan kadar asam lemak bebas, kadar air dan kadar kotoran untuk proses pembuatan biodisel.Hasil ukuran partikel yang optimum setelah proses adsoprsi yaitu pada ukuran 30 mesh dengan hasil analisa kadar asam lemak bebas yaitu 1,93 %, kadar air yaitu 0,0018 % dan kadar kotoran yaitu 0,03 %.Hasil analisa biodisel dari proses pre-treatment yaitu viskositas yaitu 5,7 Cst, Densitas yaitu 860 kg/m3 dan bilangan asam yaitu 0,8 mg KOH/g minyak.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada optimalisasi jenis adsorben alternatif seperti serbuk kayu atau kulit jagung untuk membadingkan efisiensinya dengan ampas tebu dalam menurunkan kadar asam lemak bebas. Selain itu, perlu dicermati pengaruh variasi waktu perendaman adsorben lebih dari 48 jam terhadap kualitas minyak jelantah sekaligus efeknya pada efisiensi produksi biodisel skala industri. Studi lanjut juga sebaiknya mengeksplorasi pemanfaatan limbah minyak sisa proses pembuatan biodisel sebagai bahan baku turunan kimia lain seperti sabun atau bahan perekat yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi limbah. Penelitian ini juga menyarankan analisis ekonomi teknis untuk membandingkan biaya produksi biodisel dari minyak jelantah dengan bahan baku minyak nabati lain yang lebih murah.

  1. Pemurnian Minyak Goreng Bekas Dengan Adsorben Ampas Tebu Untuk Pembuatan Biodisel | Jurnal Sipil Terapan.... ftuncen.com/index.php/jusit/article/view/273Pemurnian Minyak Goreng Bekas Dengan Adsorben Ampas Tebu Untuk Pembuatan Biodisel Jurnal Sipil Terapan ftuncen index php jusit article view 273
  1. #kelayakan ekonomi#kelayakan ekonomi
  2. #ampas tebu#ampas tebu
Read online
File size1.01 MB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2j2
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test