UNRAMUNRAM

Dinamika Teknik MesinDinamika Teknik Mesin

Industri pembuatan kapal harus meningkatkan produktivitas untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin kompetitif. Namun, selama produksi kapal, berbagai jenis pemborosan masih dihasilkan, mengakibatkan efisiensi pemanfaatan bahan baku yang rendah dan waktu produksi yang meningkat. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas bahan baku kapal dengan menerapkan konsep manufaktur lean melalui value stream mapping (VSM). Tinjauan literatur dalam studi ini fokus pada konsep manufaktur lean, identifikasi tujuh jenis pemborosan, dan pendekatan analitis seperti matriks hubungan pemborosan (WRM) dan value stream mapping. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif, mengumpulkan data melalui pengamatan langsung, wawancara, dan kuesioner yang diberikan kepada responden yang terlibat dalam proses produksi. Studi menemukan bahwa kategori pemborosan yang dominan adalah pemborosan cacat, pemborosan pengolahan berlebihan, dan inventaris. Melalui analisis peta keadaan saat ini dan keadaan masa depan, usulan perbaikan dikembangkan, termasuk penggunaan ulang cetakan, pengaturan alur kerja, pengemasan awal, optimasi tata letak, dan koordinasi antar proses. Penerapan perbaikan ini mengurangi aktivitas yang tidak bernilai (atau meningkatkan efisiensi) sebesar 26,7% dan memperpendek waktu lead produksi sebesar 5,5%. Dengan demikian, value stream mapping telah terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas bahan baku dalam proses manufaktur perahu fiberglass.

Studi ini mengidentifikasi lima pemborosan dominan dalam produksi perahu fiberglass—penundaan, cacat, pengolahan berlebihan, transportasi, dan inventaris—dengan pemborosan penundaan sebagai yang paling kritis karena seringnya penundaan antar tahap produksi.Mapping alur nilai menunjukkan aktivitas yang tidak bernilai signifikan, terutama dalam persiapan dan perakitan lambung.Dengan menerapkan alat manufaktur lean, efisiensi proses meningkat, dengan PCE/VAR meningkat dari 73,3% menjadi 78,8%.Usulan perbaikan keadaan masa depan—termasuk penggunaan ulang cetakan, pengemasan awal bahan, kerja paralel, tumpang tindih proses, dan optimasi tata letak—diharapkan dapat lebih mengurangi aktivitas yang tidak bernilai dan mempercepat alur produksi.Meskipun strategi ini berdasarkan analisis sistematis, tetap memerlukan implementasi dan validasi dalam praktik.

Berdasarkan studi ini, tiga saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengkaji dampak kombinasi matriks hubungan pemborosan (WRM) dan value stream mapping (VSM) pada berbagai jenis produksi kapal, dengan fokus pada efektivitasnya dalam mengidentifikasi pemborosan yang lebih spesifik. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan ulang cetakan dalam mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi produksi, terutama dalam skala yang lebih besar. Ketiga, penelitian dapat mengembangkan model kerja paralel atau tumpang tindih proses dalam industri manufaktur lainnya, seperti otomotif atau elektronik, untuk memvalidasi aplikasi universal metode ini. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas cakupan penerapan konsep lean manufacturing, memperkuat dasar teoritis, serta mengidentifikasi potensi inovasi dalam pengurangan pemborosan secara menyeluruh.

  1. Value Stream Mapping untuk Mereduksi Waste Dominan dan Meningkatkan Produktivitas Produksi di Industri... doi.org/10.24014/jti.v3i2.9184Value Stream Mapping untuk Mereduksi Waste Dominan dan Meningkatkan Produktivitas Produksi di Industri doi 10 24014 jti v3i2 9184
Read online
File size308.86 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test