IAINPTKIAINPTK

Journal of Islamic LawJournal of Islamic Law

Perkawinan dini di Indonesia mendapatkan sorotan dari forum internasional, yang mendesak penghapusan praktik tersebut demi melindungi hak-hak anak. Meskipun regulasi nasional kini telah meningkatkan batas usia minimum perkawinan menjadi 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan, praktik tersebut tetap berlangsung disebabkan oleh celah hukum yang memungkinkan dispensasi nikah melalui pengadilan. Dengan pendekatan sosial-legal, penelitian ini menganalisis 14 putusan Pengadilan Agama Wonosari pada tahun 2022. Para penulis menemukan bahwa hakim agama menggunakan argumentasi yuridis, teologis, psikologis, dan sosiologis dalam pengesahan dispensasi nikah berdasarkan tiga alasan yang diajukan oleh pemohon. Dari seluruh alasan yang diajukan, dua di antaranya diberikan bukan berlandaskan alasan mendesak, melainkan berdasar interpretasi mengenai hukum Islam dan norma sosial yang berlaku. Wawancara dengan empat hakim agama yang menangani kasus-kasus tersebut menunjukkan adanya variasi interpretasi terhadap alasan mendesak dalam konteks dispensasi nikah. Para penulis berargumentasi bahwa interpretasi mengenai alasan mendesak seharusnya lebih mengedepankan kepentingan anak daripada sekadar mempertimbangkan potensi pelanggaran norma agama dan sosial. Penelitian ini memberikan perspektif mendalam tentang dinamika interpretasi hukum dalam proses keputusan dispensasi nikah.

Regulasi usia pernikahan di Indonesia telah berubah, memengaruhi praktik perkawinan dini.Dispensasi nikah sebagai mekanisme pengecualian diadakan melalui proses pengadilan dengan argumen hukum, teologis, psikologis, dan sosiologis.Hanya alasan pertama yang diakui sebagai alasan mendesak. Interpretasi alasan mendesak oleh hakim cenderung fokus pada pencegahan pelanggaran norma agama dan sosial, meskipun variasi putusan menunjukkan subjektivitas.Upaya mengatasi perkawinan dini di Indonesia tetap menghadapi tantangan dalam interpretasi hukum yang kompleks dan konsekuensi sosial praktik perkawinan dini.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak interpretasi alasan mendesak terhadap kesejahteraan anak dalam konteks perkawinan dini. 2. Analisis perbandingan variasi interpretasi alasan mendesak oleh hakim di berbagai daerah Indonesia untuk memahami perbedaan kebijakan. 3. Studi tentang peran faktor budaya dan norma sosial dalam memengaruhi keputusan hukum tentang dispensasi nikah, terutama dalam konteks masyarakat yang memiliki tradisi perkawinan dini.

  1. The Legal Protection Against Child Marriage in Indonesia | Aditya | BESTUUR. protection against child... jurnal.uns.ac.id/bestuur/article/view/55144The Legal Protection Against Child Marriage in Indonesia Aditya BESTUUR protection against child jurnal uns ac bestuur article view 55144
  2. Changes in Marriage Age Limits and Marriage Dispensations: A Study of Causes and Impacts on the Religious... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/samarah/article/view/12439Changes in Marriage Age Limits and Marriage Dispensations A Study of Causes and Impacts on the Religious jurnal ar raniry ac index php samarah article view 12439
  3. "WHEN CHILDREN’S RIGHTS ARE AT STAKE" by Laras Susanti Ms. children rights stake laras... doi.org/10.15742/ilrev.v11n1.693WHEN CHILDRENAoS RIGHTS ARE AT STAKE by Laras Susanti Ms children rights stake laras doi 10 15742 ilrev v11n1 693
  4. Preventing Violations of Religious and Social Norms: Judicial Interpretation of 'Urgent Reasons'... doi.org/10.24260/jil.v4i2.1535Preventing Violations of Religious and Social Norms Judicial Interpretation of Urgent Reasons doi 10 24260 jil v4i2 1535
Read online
File size266.88 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test