JOURNALTHAMRINJOURNALTHAMRIN

Jurnal Inovasi Pendidikan MH ThamrinJurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin

Penelitian ini dibantu oleh banyak siswa kelas II SDN Dukuh 05 Pagi Jakarta Timur yang tidak memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dalam pembelajaran menganyam. Dari hasil observasi prasiklus terdapat hanya beberapa siswa yang memenuhi nilai ketuntasan yang sudah ditetapkan atau dengan presentase 21%. Tujuan penelitian kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dalam menganyam pada siswa kelas II di SDN Dukuh 05 Pagi. Hasil observasi ini juga menunjukkan penyebab siswa tidak dapat memenuhi ketuntasan dikarenakan guru memakai metode pembelajaran ceramah. Oleh karena itu, perlu ada penerapan metode ini untuk menumbuhkan kreativitas siswa. Penelitian ini memerlukan tindakan kelas sehingga terdapat empat tahapan yang harus dilaksanakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik ini memerlukan pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, tes, dan catatan lapangan, instrumen yang digunakan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan hasil pra siklus, hasil II dan siklus II.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan sebagai berikut.Kurangnya fokus belajar peserta didik selama proses kegiatan belajar mengajar yang menjadikan penyerapan serta pemahaman peserta didik terhadap suatu materi pelajaran tidak maksimal, maka dari itu sebelum memulai kegiatan guru meminta siswa untuk bermain games fokus di dalam kelas terlebih dahulu.Hasil pembelajaran peserta didik yang belum mencapai target pembelajaran, guru melakukan pembelajaran secara berulangan dengan menggunakan dua siklus yang pertama guru meminta siswa untuk melihat video bagaimana cara menganyam, lalu guru langsung memperaktikkan kepada siswa bagaimana cara menganyam yang baik dan benar.Kurangnya kreativitas peserta didik dalam membuat kerajinan ataupun memanfaatkan sesuatu bahan yang dapat dijadikan barang yang lebih berguna dan bermanfaat.Guru memperlihatkan contoh barang-barang anyaman yang menarik bagi siswa dan terlihat lebih mudah agar siswa mampu menumbuhkan sikap kekreativitasaannya.

Berdasarkan hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai kreativitas siswa dalam pembelajaran seni budaya. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan siswa dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi untuk mengetahui apakah metode drill memiliki efektivitas yang sama dalam meningkatkan kreativitas siswa dari berbagai kalangan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan media pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif, seperti penggunaan teknologi digital atau bahan-bahan daur ulang, untuk mendorong siswa lebih aktif dalam mengeksplorasi ide-ide kreatif mereka. Ketiga, penting untuk menggali lebih dalam mengenai peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi tumbuhnya kreativitas siswa, termasuk strategi memberikan umpan balik yang konstruktif dan mendorong siswa untuk berani mencoba hal-hal baru tanpa takut gagal. Dengan menggabungkan ketiga saran tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran seni budaya dan menumbuhkan kreativitas siswa secara optimal.

  1. #kepala sekolah#kepala sekolah
  2. #model pembelajaran#model pembelajaran
Read online
File size189.07 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-1Lc
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test