UKIMUKIM
PATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiPATITA: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristianiKekerasan seksual terhadap anak di bawah umur merupakan krisis multidimensi yang tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga menantang panggilan gereja sebagai komunitas perlindungan sebagaimana ditegaskan dalam Matius 18:6. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan bahwa kekerasan seksual mendominasi hingga sekitar 45% dari total laporan kekerasan terhadap anak pada periode 2020–2022 dengan mayoritas korban berusia 13–17 tahun dan mengalami trauma psikologis jangka panjang. Faktor sosial budaya patriark, kurangnya pengawasan keluarga, serta rendahnya edukasi seksualitas secara komprehensif menjadi kontributor utama maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia, sehingga respons teologi pastoral yang lebih proaktif dan restoratif dibutuhkan. Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana teologi pastoral dapat merespons fenomena ini melalui pendampingan berbasis Alkitab yang berintegrasi dengan Matius 18:6 sebagai landasan teologisnya. Penulis mengusulkan pendampingan yang mencakup tiga pilar: pencegahan melalui pendidikan seks berbasis Alkitab dan kesadaran body autonomy, penyembuhan trauma melalui pendampingan pastoral yang menghadirkan Allah sebagai Bapa belas kasih dan Penghibur, serta pembangunan resiliensi spiritual melalui komunitas koinonia yang aman dan suportif. Dengan pendekatan ini gereja dipanggil untuk bertransformasi dari komunitas yang diam dan pasif menjadi benteng perlindungan dan agen keadilan yang menegakkan kebenaran Imago Dei dalam diri anak korban, sekaligus menjadi agen pemberdayaan korban, agar identitas mereka direkonstruksi dari yang rusak menjadi yang disembuhkan dalam Kristus..
Kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur merupakan krisis nasional dan darurat moral yang menuntut respons teologi pastoral berdasarkan Matius 18.Gereja diharapkan menjadi komunitas yang proaktif dalam melindungi anak sebagai prioritas Ilahi.Tiga faktor utama yang menyebabkan kekerasan seksual adalah budaya patriark yang memperkuat dominasi kekuasaan, disfungsi keluarga akibat kurangnya pengawasan, dan rendahnya edukasi seksualitas.Dampak trauma psikologis korban bersifat destruktif, menghambat kepercayaan terhadap Allah, dan menggantinya dengan keraguan serta rasa malu.Teologi pastoral harus mewujudkan pendampingan holistik berbasis Alkitab yang terdiri dari pencegahan, penyembuhan trauma, dan pembangunan resiliensi spiritual melalui komunitas yang aman.Gereja dipanggil untuk menjadi ekosistem yang suportif, di mana korban tidak lagi dihakimi, tetapi diterima sepenuhnya, serta menjadi agen rekonsiliasi identitas korban dari yang rusak menjadi yang disembuhkan dalam Kristus.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang dampak pendidikan seks berbasis Alkitab dalam meningkatkan kesadaran body autonomy dan pencegahan kekerasan seksual pada anak, khususnya di lingkungan gereja dan sekolah minggu. Kedua, analisis peran komunitas koinonia dalam membangun resiliensi spiritual korban kekerasan seksual, dengan fokus pada strategi pendampingan pastoral yang inklusif dan berbasis iman. Ketiga, penelitian tentang efektivitas kebijakan gereja dalam melindungi anak dari kekerasan seksual, termasuk penerapan protokol keamanan struktural dan kolaborasi dengan lembaga perlindungan anak. Penelitian ini dapat mengembangkan kerangka kerja teologis yang lebih komprehensif untuk mengatasi tantangan sosial budaya dan meningkatkan tanggung jawab pastoral gereja dalam perlindungan anak.
| File size | 823.43 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UKIMUKIM Gereja bukan hanya institusi rohani, melainkan juga mitra strategis pemerintah yang secara aktif membuka akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.Gereja bukan hanya institusi rohani, melainkan juga mitra strategis pemerintah yang secara aktif membuka akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
UKIMUKIM Penelitian ini bertujuan untuk menghadirkan interpretasi baru dengan menggunakan kritik ideologi untuk mengidentifikasi dinamika hegemonik dalam YakobusPenelitian ini bertujuan untuk menghadirkan interpretasi baru dengan menggunakan kritik ideologi untuk mengidentifikasi dinamika hegemonik dalam Yakobus
UKIMUKIM Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak anak kehilangan figur orang tua biologis, sehingga memicu pertanyaan apakah nilai ini dapat dialami di panti asuhan.Namun, realitas menunjukkan bahwa banyak anak kehilangan figur orang tua biologis, sehingga memicu pertanyaan apakah nilai ini dapat dialami di panti asuhan.
UKIMUKIM Realitas perselingkuhan yang terjadi di Jemaat GPM Sarihalawane menunjukkan bahwa suami pelaku perselingkuhan sering kali menyudutkan istri sebagai penyebabRealitas perselingkuhan yang terjadi di Jemaat GPM Sarihalawane menunjukkan bahwa suami pelaku perselingkuhan sering kali menyudutkan istri sebagai penyebab
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Hal ini karena masih berlakunya dispensasi perkawinan yang diberikan oleh pengadilan dengan alasan dan bukti kuat dari pemohon. Penelitian ini menggunakanHal ini karena masih berlakunya dispensasi perkawinan yang diberikan oleh pengadilan dengan alasan dan bukti kuat dari pemohon. Penelitian ini menggunakan
UKIMUKIM Implementasi portal digital jemaatgpmnaku.org juga berhasil mentransformasi penyebaran warta jemaat menjadi real-time, transparan, dan efisien. SimpulanImplementasi portal digital jemaatgpmnaku.org juga berhasil mentransformasi penyebaran warta jemaat menjadi real-time, transparan, dan efisien. Simpulan
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Studi ini mengkaji perlindungan hukum bagi anak korban tindak pidana inses di Aceh dengan menitikberatkan pada perspektif relasi kuasa antara korban danStudi ini mengkaji perlindungan hukum bagi anak korban tindak pidana inses di Aceh dengan menitikberatkan pada perspektif relasi kuasa antara korban dan
ITSMITSM Tingkat stunting di Desa Cumedak tergolong tinggi dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, khususnya stunting,Tingkat stunting di Desa Cumedak tergolong tinggi dan berdampak pada kualitas hidup masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, khususnya stunting,
Useful /
UMNUMN Tradisi, yang secara rutin diadakan setiap tahun pada bulan Sapar, merupakan bentuk budaya lokal yang telah terjaga di tengah gelombang modernisasi. PenelitianTradisi, yang secara rutin diadakan setiap tahun pada bulan Sapar, merupakan bentuk budaya lokal yang telah terjaga di tengah gelombang modernisasi. Penelitian
UMNUMN Penggemar cenderung mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli merchandise tersebut, meskipun barang-barang tersebut bukan merupakan kebutuhan dasar (sandang-pangan-papan).Penggemar cenderung mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli merchandise tersebut, meskipun barang-barang tersebut bukan merupakan kebutuhan dasar (sandang-pangan-papan).
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Tulisan ini bertujuan menggambarkan etika religius masyarakat Melayu dalam pemikiran Raja Ali Haji. Dalam perspektif masyarakat Melayu, persoalan etikaTulisan ini bertujuan menggambarkan etika religius masyarakat Melayu dalam pemikiran Raja Ali Haji. Dalam perspektif masyarakat Melayu, persoalan etika
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Semangat ekstrem, syirik melalui perbuatan kepada perkara tahyul serta melakukan ibadat tidak mengikut syariat merupakan kesan penyebaran hadis palsu secaraSemangat ekstrem, syirik melalui perbuatan kepada perkara tahyul serta melakukan ibadat tidak mengikut syariat merupakan kesan penyebaran hadis palsu secara