IMRECSJOURNALIMRECSJOURNAL

Pedagogy ReviewPedagogy Review

Studi ini mengeksplorasi tren dalam desain dan implementasi model penelitian dan pengembangan (R&D) yang disesuaikan dengan pendidikan sains berbasis kearifan lokal di wilayah Nusa Tenggara (NTB dan NTT), Indonesia. Menggunakan metode Review Literatur Sistematis (SLR), penelitian ini menyintesis temuan dari 20 artikel relevan yang diterbitkan antara 2017 dan 2023. Model pengembangan ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi) dan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) paling umum digunakan, masing-masing menyumbang 40% dari studi yang dianalisis. Integrasi kearifan lokal ke dalam pembelajaran sains meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep abstrak, memupuk berpikir kritis, dan memperkuat apresiasi budaya. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan responsif budaya dalam merancang materi pendidikan sains yang menghubungkan kebijaksanaan tradisional dengan perspektif ilmiah kontemporer.

Studi ini secara sistematis meninjau penggunaan model pengembangan dalam pendidikan sains berbasis kearifan lokal di Nusa Tenggara, Indonesia.Temuan menunjukkan bahwa model ADDIE dan 4D paling banyak digunakan karena kerangka kerja sistematis dan efisien mereka.Integrasi kearifan lokal ke dalam kurikulum sains meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep abstrak dan memperkaya pengalaman belajar budaya.Meskipun model ADDIE dan 4D mendominasi, studi ini menyoroti manfaat model lain seperti Borg & Gall dan Dick & Carey untuk proyek skala besar.Namun, adopsi model ini terbatas karena kompleksitas dan kebutuhan sumber daya yang tinggi.Peningkatan pelatihan guru dan alokasi sumber daya menjadi kunci untuk memperluas pengadopsian pendekatan ini.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pengembangan yang lebih skalabel dan adaptif untuk daerah dengan sumber daya terbatas, seperti Nusa Tenggara. Selain itu, integrasi teknologi digital seperti realitas virtual (VR) dapat dieksplorasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif dan kaya akan konteks budaya lokal. Penelitian juga perlu mengevaluasi peran kolaborasi antara pendidik, peneliti, dan masyarakat dalam memastikan kearifan lokal disampaikan secara akurat dan bermakna dalam kurikulum sains. Dengan pendekatan ini, pendidikan sains dapat lebih efektif dalam menjembatani pengetahuan tradisional dan kontemporer, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Read online
File size254.3 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test