DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Penelitian KesmasyJurnal Penelitian Kesmasy

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menjelaskan bahwa salah satu cara dalam upaya penyelenggaraan kesehatan adalah melalui upaya kesehatan sekolah. Program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) diluncurkan pada 2024 sebagai kolaborasi antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan Kementerian Kesehatan. Namun, SDN 198 Kota Jambi tidak berpartisipasi dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat Kota Jambi 2024, sehingga kurangnya bukti konkret dalam upaya meningkatkan kesehatan siswa. Penelitian ini menganalisis implementasi GSS di SDN 198 Kota Jambi. Hasil menunjukkan bahwa aspek struktural dan manajerial berjalan baik, terutama komunikasi, struktur birokrasi, dan dukungan dana BOS. Namun, masih ada kekurangan dalam aktivitas kesehatan jiwa dan fasilitas bimbingan konseling (BK). Tantangan utama adalah disposisi siswa yang belum optimal dalam kesadaran kebersihan dan perilaku sehat.

Implementasi program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) di SDN 198 Kota Jambi menunjukkan bahwa aspek struktural dan manajerial berjalan baik, terutama dalam komunikasi, birokrasi, dan dukungan dana BOS.Namun, terdapat kekurangan dalam program kesehatan jiwa dan fasilitas bimbingan konseling (BK).Tantangan utama adalah kesadaran kebersihan siswa yang belum optimal dan perilaku tidak sehat yang cenderung berulang, terutama pada peserta didik laki-laki.Meskipun guru memberikan pengarahan konsisten, diperlukan pengawasan ketat dan berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program kesehatan jiwa secara sistematis di sekolah, seperti pelatihan guru dalam mengelola masalah psikologis siswa. Selain itu, perlu diteliti pengaruh keterlibatan orang tua dalam mendukung kebiasaan hidup sehat melalui pendekatan edukasi interaktif. Terakhir, penelitian bisa mengeksplorasi efektivitas teknologi digital, seperti aplikasi pembelajaran kesehatan, dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang pola hidup sehat. Ketiga arah ini menggabungkan aspek psikologis, partisipasi komunitas, dan inovasi teknologi untuk memperkuat implementasi GSS. Penelitian juga bisa mengevaluasi dampak kebijakan pendanaan BOS terhadap kualitas fasilitas kesehatan sekolah. Selain itu, penting untuk meneliti perbedaan respons siswa laki-laki dan perempuan terhadap program kesehatan. Penelitian lanjutan juga bisa mengkaji pengaruh lingkungan sekolah, seperti kebersihan fasilitas umum, terhadap perilaku sehat siswa. Selain itu, perlu diteliti strategi meningkatkan kesadaran siswa melalui media sosial atau video edukatif. Penelitian juga dapat mengevaluasi peran kepala sekolah dalam memastikan konsistensi implementasi GSS. Terakhir, studi tentang pengaruh pendidikan kesehatan di tingkat dasar terhadap kebiasaan sehat di masa dewasa bisa menjadi arah penelitian yang relevan. Ketiga saran ini berfokus pada aspek psikologis, teknologi, dan struktur organisasi untuk memperbaiki implementasi GSS secara menyeluruh.

Read online
File size293.62 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test