BMKGBMKG

Jurnal Meteorologi dan GeofisikaJurnal Meteorologi dan Geofisika

Clutter tetap menjadi sumber kontaminasi yang signifikan dalam observasi radar cuaca, yang berdampak buruk terhadap interpretasi echo dan aplikasi meteorologi selanjutnya. Studi ini menilai kerangka Dual-Polarisation Dual-Scan (DPDS). Klasifikasi berbasis Bayes ini menggabungkan deskriptor polarimetrik (ρₕᵥ, ZDR) dengan koheren temporal (ρ₁₂) yang diperoleh dari dua pemindaian azimuthal berturut-turut. Analisis menggunakan data I/Q dari radar cuaca dual-polarisation C-band operasional yang terletak di Sidoarjo, Surabaya, Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa kerangka DPDS secara signifikan melebihi metode Dual-Polarisation (DP) dan Dual-Scan (DS) tradisional. Untuk cuaca bergerak (W), DPDS mencapai Probability of Detection (POD) sebesar 0,939, peningkatan 313 kali lipat dibandingkan metode DP-only yang menderita tumpang tindih polarimetrik antara clutter dan hujan. Sementara kelas clutter menunjukkan False Alarm Ratio (FAR) sebesar 0,749, hal ini disebabkan oleh interval pemindaian 83 detik dari radar Sidoarjo; selama durasi ini, hujan tropis stabil tetap sangat berkorelasi, meniru tanda temporal dari clutter statis (C). Namun, kerangka kerja ini berhasil mempertahankan integritas medan meteorologi, mengurangi kesalahan klasifikasi cuaca nol-kecepatan (W0) dibandingkan metode DS-only dan mencapai akurasi keseluruhan sebesar 0,982.

Kerangka kerja DPDS menawarkan pendekatan efektif untuk mitigasi clutter di lingkungan tropis yang kompleks seperti Surabaya, meskipun dengan biaya perdagangan kinerja yang disengaja.Dalam konteks deteksi clutter (C), metode DPDS mencapai POD sebesar 0,850, yang mewakili peningkatan 13,6% dibandingkan DP-only (0,714) dan lebih dari satu orde magnitudo dibandingkan DS-only (0,072).Meskipun FAR DPDS untuk clutter (0,749) tetap lebih tinggi daripada DS-only (0,002), hal ini menghasilkan akurasi klasifikasi yang jauh lebih tinggi sebesar 0,982, melampaui kedua DP-only (0,054) dan DS-only (0,979).Temuan ini menunjukkan bahwa menggabungkan informasi polarimetrik dan temporal secara signifikan meningkatkan separabilitas clutter sambil mempertahankan keandalan klasifikasi secara keseluruhan.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah mengeksplorasi sensitivitas klasifikasi DPDS terhadap strategi pemindaian yang berbeda dan elevasi sudut. Secara khusus, interval pemindaian yang lebih pendek (misalnya 30-60 detik) harus dievaluasi untuk menyempurnakan logika koordinasi temporal dan meningkatkan separabilitas echo meteorologi yang hampir statis antara pemindaian berturut-turut. Integrasi diskriminan tambahan, seperti lebar spektrum atau fase diferensial (ΦDP), dapat lebih meningkatkan separabilitas kelas dalam kondisi meteorologi yang rumit. Selain itu, memperluas kerangka kerja untuk memasukkan prioritas Bayes adaptif atau berbasis pembelajaran atau mesin pembelajaran dapat meningkatkan kinerja di bawah karakteristik clutter yang bervariasi secara musiman. Akhirnya, implementasi real-time dan pengujian operasional yang luas di berbagai situs radar direkomendasikan untuk mengevaluasi efisiensi komputasi dan ketahanan jangka panjang di lingkungan yang beragam.

  1. volume | PIER Journals. volume pier journals home special issues featured articles photonics publication... doi.org/10.2528/PIERL09040910volume PIER Journals volume pier journals home special issues featured articles photonics publication doi 10 2528 PIERL09040910
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/978-3-030-52171-4_30Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 978 3 030 52171 4 30
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/698_2019_404Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 698 2019 404
Read online
File size1.38 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test