STAIN KEPRISTAIN KEPRI

PERADAPERADA

Krisis yang terjadi dalam dunia pengetahuan dan pendidikan Islam saat ini mengakibatkan tradisi keilmuan menjadi statis, sehingga pendidikan Islam belum menunjukkan perannya secara maksimal dalam menciptakan peradaban yang maju. Pendidikan Islam sebagai tujuan, alat perubahan, dan transformasi sosial sudah semestinya diarahkan untuk mengakomodasi budaya lokal dan berorientasi kedapan, yakni yang religious dan modern. Dalam pandangan Ibnu Sina pendidikan itu seharusnya bertujuan untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Konsep pemikiran Ibnu Sina bahwa pendidikan dilakukan secara berjenjang dan diberikan sesuai keahlianya serta sesuai dengan karakteristik: potensi, minat, dan bakat anak didik. Beberapa pemikiran Ibnu Sina tentang pendidikan tentunya dapat dan sudah menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia karena konsep pendidikan yang disampaikan Ibnu Sina sejalan dengan dengan nilai-nilai ajaran Islam yang bersumber kepada al-Quran dan Sunnah. Dengan merelevansikan pemikiran Ibnu Sina di zaman sekarang harapannya pendidikan di Indonesia semakin berkembang dan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional yang terdapat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Ibnu Sina yang merupakan tokoh pemikir muslim yang melandaskan pemikirannya pada kebenaran kalam tuhan.Ibnu Sina menginginkan konsep pendidikan agamis dan rasional.Individu harus memiliki pengetahuan keagamaan dan pengembangan kapasitas intelektual.Konsep pemikiran Ibnu Sina bahwa pendidikan dilakukan secara berjenjang dan diberikan sesuai keahlianya serta sesuai dengan karakteristik.Beberapa pemikiran Ibnu Sina tentang pendidikan tentunya dapat dan sudah menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia karena konsep pendidikan yang disampaikan Ibnu Sina sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam yang bersumber kepada al-Quran dan Sunnah.Dengan merelevansikan pemikiran Ibnu Sina di zaman sekarang harapannya pendidikan di Indonesia semakin berkembang dan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional yang terdapat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

Berdasarkan pemikiran Ibnu Sina, penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan konsep pendidikan berjenjang dalam kurikulum pendidikan Indonesia modern untuk meningkatkan pengembangan potensi siswa. Selain itu, penelitian bisa mengeksplorasi relevansi metode pembelajaran berbasis akal dan karakteristik individu Ibnu Sina dalam konteks pendidikan inklusif saat ini. Terakhir, studi tentang integrasi nilai-nilai filosofis Ibnu Sina dengan pendekatan pendidikan digital dapat menjadi arah baru untuk memperkaya kerangka teoritis pendidikan Islam di era teknologi.

  1. Konsep Pendidikan Ibnu Sina tentang Tujuan Pendidikan, Kurikulum, Metode Pembelajaran, dan Guru | Ekspose:... doi.org/10.30863/ekspose.v18i1.368Konsep Pendidikan Ibnu Sina tentang Tujuan Pendidikan Kurikulum Metode Pembelajaran dan Guru Ekspose doi 10 30863 ekspose v18i1 368
  2. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam. relevansi konsep akal bertingkat ibnu sina pendidikan islam... doi.org/10.32832/tadibuna.v8i2.2034Tadibuna Jurnal Pendidikan Islam relevansi konsep akal bertingkat ibnu sina pendidikan islam doi 10 32832 tadibuna v8i2 2034
  3. PARADIGMA KEILMUAN DAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM PEMIKIRAN IBNU SINA | PERADA. paradigma keilmuan filsafat... ejournal.stainkepri.ac.id/index.php/perada/article/view/653PARADIGMA KEILMUAN DAN FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM PEMIKIRAN IBNU SINA PERADA paradigma keilmuan filsafat ejournal stainkepri ac index php perada article view 653
Read online
File size356.23 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test