ULUMUNAULUMUNA

UlumunaUlumuna

Ekspresi keagamaan para santri di pondok pesantren, yang mencakup ibadah, ritual, dan penggunaan simbol atau teks agama, mengungkapkan fenomena menarik tentang kemampuan generasi muda dalam menyelaraskan identitas Islam mereka dengan budaya populer global. Artikel ini menyelidiki kehidupan sehari-hari santri perempuan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran di Sleman, Yogyakarta. Artikel ini memeriksa ketegangan kreatif yang dihadapi santri-santri ini, yang menghafal Al-Quran sambil menjadi penggemar budaya populer Korea, termasuk K-Pop dan K-Drama. Bagi santri yang memprioritaskan penghafalan Al-Quran, mereka harus menghindari elemen-elemen yang dapat mengganggu konsentrasi mereka. Hal ini terutama berlaku bagi santri yang juga terlibat dalam aktivitas budaya populer Korea - tindakan yang dianggap tidak selaras dengan nilai-nilai Islam oleh beberapa pihak. Penelitian ini menemukan bahwa santri mampu melakukan kedua aktivitas secara bersamaan, tanpa menganggap K-Pop sebagai penghalang dalam upaya penghafalan mereka. Dengan mengadopsi praktik dari budaya populer Korea dan menyelaraskannya dengan tradisi keagamaan mereka, santri menempati posisi yang unik di persimpangan antara Islam, globalisasi, dan semangat muda. Sebagai bagian penting dari populasi global, mereka berusaha menyelaraskan prinsip-prinsip agama mereka dengan pengaruh dunia yang terus berubah, sambil mempertahankan semangat muda mereka.

Pandangan santri tentang K-Pop dapat dikategorikan menjadi dua klasifikasi.Pertama, mereka percaya bahwa menunjukkan kekaguman dan terlibat dengan musik K-Pop dapat sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, selama aktivitas ini tetap moderat dan bebas dari berlebihan, sesuai dengan apa yang disebut Mulya sebagai kondisi tidak ada ketegangan.Kedua, meskipun tidak ada aturan definitif tentang legalitas K-Pop, konsensus di antara santri cenderung lebih memilih salawat (berkat) daripada musik K-Pop.Selain itu, mereka menekankan pentingnya memahami arti sebuah lagu sebelum menikmatinya.Namun, sentimen umum di antara santri adalah bahwa K-Pop terutama berfungsi sebagai hiburan yang coexist dengan rutinitas ketat penghafalan Al-Quran mereka di pesantren.Perspektif ini tidak menganggap K-Pop sebagai sesuatu yang berdosa atau merugikan upaya penghafalan mereka.Mereka dengan cermat mengelola waktu dan sangat sadar akan disiplin diri mereka, memastikan tugas-tugas wajib penghafalan Al-Quran mereka tidak terganggu oleh hiburan.Kadang-kadang, administrator pesantren mungkin campur tangan dengan pengingat ringan jika seorang santri tampak sedikit longgar dalam memenuhi kewajibannya.Selain itu, santri dengan antusias memeluk dan terlibat dengan berbagai aspek lain dari budaya populer Korea, termasuk fashion, kecantikan, dan kuliner.Afinitas mereka terhadap elemen-elemen ini berasal dari ketulusan.Terutama, budaya populer Korea telah terjalin dengan cara hidup mereka, terutama dalam dimensi aktivitas dan minat mereka.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut bagaimana santri perempuan yang menghafal Al-Quran menyeimbangkan komitmen mereka terhadap Islam dengan partisipasi mereka dalam budaya populer Korea. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana mereka mengelola waktu dan fokus mereka, serta bagaimana mereka menyelaraskan dua aspek kehidupan yang tampaknya bertentangan ini. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam bagaimana budaya populer Korea mempengaruhi persepsi santri tentang identitas mereka sebagai Muslim dan bagaimana mereka menavigasi tantangan-tantangan yang muncul dari konvergensi antara tradisi Islam dan pengaruh globalisasi. Akhirnya, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana santri perempuan ini menggunakan budaya populer Korea sebagai sarana untuk mengekspresikan diri dan menemukan komunitas, serta bagaimana hal ini mempengaruhi kesejahteraan psikologis dan spiritual mereka.

  1. Between Hallyu and the Qur’an: Everyday Life of Female Santri in Yogyakarta | Ulumuna. hallyu qur... doi.org/10.20414/ujis.v27i2.736Between Hallyu and the QurAoan Everyday Life of Female Santri in Yogyakarta Ulumuna hallyu qur doi 10 20414 ujis v27i2 736
Read online
File size1.17 MB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test