UMUM

Jurnal Pendidikan Sejarah IndonesiaJurnal Pendidikan Sejarah Indonesia

Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) atau yang lebih dikenal dengan Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) Palembang merupakan museum situs yang memiliki peran penting dalam pelestarian warisan budaya sekaligus sebagai sumber pembelajaran sejarah berbasis bukti. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji Kerajaan Sriwijaya dari perspektif sejarah, arkeologi, dan kemaritiman, kajian yang mengintegrasikan fungsi edukasi museum, interpretasi arkeologis koleksi, serta relevansinya terhadap historiografi dan jaringan perdagangan Sriwijaya masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Museum TPKS sebagai media edukasi publik, mengkaji makna arkeologis koleksi unggulan berupa Fragmen Kemudi Kapal Sriwijaya, serta menjelaskan relevansinya terhadap historiografi dan perdagangan maritim Sriwijaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui kajian pustaka, observasi langsung di Museum TPKS, dokumentasi, serta pengalaman penulis sebagai mahasiswa magang. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum TPKS tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian artefak, tetapi juga sebagai media pembelajaran sejarah yang kontekstual melalui penyajian koleksi, program edukasi, dan interpretasi sejarah berbasis artefak. Fragmen Kemudi Kapal Sriwijaya menjadi bukti material yang memperkuat rekonstruksi historiografi mengenai kemajuan teknologi maritim, jaringan perdagangan internasional, serta posisi Sriwijaya sebagai kerajaan bahari yang menghubungkan Asia Tenggara dengan India, Tiongkok, dan Timur Tengah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Museum TPKS memiliki peran strategis sebagai pusat pelestarian, penelitian, dan pendidikan sejarah, serta berkontribusi dalam memperkuat literasi sejarah, pelestarian warisan budaya, dan pengembangan pembelajaran sejarah berbasis museum.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Museum Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) Palembang memiliki peran strategis sebagai lembaga pelestarian warisan budaya sekaligus sebagai sumber pembelajaran sejarah berbasis bukti (evidence-based learning).Melalui koleksi arkeologis yang dimiliki, khususnya Fragmen Kemudi Kapal Sriwijaya, museum mampu menghadirkan bukti material yang memperkuat rekonstruksi historiografi Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang menguasai teknologi pelayaran, mengembangkan jaringan perdagangan internasional, dan menjadi pusat interaksi budaya di Asia Tenggara pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi.Hasil observasi, kajian pustaka, dan pengalaman magang menunjukkan bahwa Museum TPKS telah menjalankan fungsi edukasi melalui penyajian koleksi, program pemanduan, lokakarya sejarah, serta pengelolaan koleksi yang mendukung pelestarian artefak.Meskipun masih menghadapi keterbatasan pada aspek konservasi dan fasilitas pendukung, museum tetap berperan penting dalam menyediakan pengalaman belajar yang kontekstual bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak perubahan iklim terhadap pelestarian artefak di Museum TPKS, khususnya dalam konteks konservasi benda-benda kayu yang rentan terhadap kerusakan lingkungan. Selain itu, studi tentang peran jaringan perdagangan maritim Sriwijaya dalam pertukaran budaya antara Asia Tenggara, India, dan Tiongkok dapat dikembangkan untuk memperkaya pemahaman historiografi. Terakhir, penelitian tentang efektivitas program pendidikan berbasis museum di TPKS dalam meningkatkan literasi sejarah siswa SMA dapat menjadi arah baru, dengan mengeksplorasi cara pengintegrasian koleksi museum ke dalam kurikulum pendidikan formal.

Read online
File size399.41 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test