UNIVSMUNIVSM

SINTESA: JURNAL SAINS & TEKNOLOGISINTESA: JURNAL SAINS & TEKNOLOGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika komunikasi interpersonal generasi Z melalui platform digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual, penelitian ini menganalisis cara generasi Z berinteraksi melalui media sosial dan aplikasi pesan instan, serta dampaknya terhadap hubungan sosial mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z lebih memilih berkomunikasi melalui platform digital seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok, yang memberikan mereka kebebasan dan fleksibilitas dalam berinteraksi. Meskipun demikian, ada pergeseran dalam cara mereka mengekspresikan diri, yang sebelumnya dilakukan melalui komunikasi verbal menjadi lebih banyak menggunakan gambar, video, dan emoji. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa meskipun terhubung secara digital, generasi Z sering merasa kesepian dan cemas, menunjukkan adanya paradoks koneksi, di mana keterhubungan digital tidak selalu mengurangi perasaan isolasi sosial. Selain itu, ketergantungan pada komunikasi digital mengarah pada berkurangnya keterampilan sosial dalam berinteraksi tatap muka. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi digital membentuk pola komunikasi generasi Z dan tantangan yang mereka hadapi dalam membangun hubungan sosial yang lebih bermakna.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Generasi Z mengadopsi platform digital sebagai sarana utama komunikasi, menggunakan visual untuk ekspresi kreatif, namun ini juga menimbulkan paradoks koneksi di mana keterhubungan digital tidak selalu mengurangi perasaan kesepian dan kecemasan.Meskipun komunikasi digital menawarkan efisiensi, ia sering kehilangan kedalaman emosional dan konteks yang penting untuk membangun hubungan intim, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan keterampilan sosial tatap muka.Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara interaksi digital dan tatap muka, serta edukasi tentang penggunaan teknologi yang bijak dan pengembangan keterampilan sosial konvensional, demi hubungan sosial yang sehat dan berkelanjutan di masa depan.

Mengingat temuan penelitian ini tentang paradoks koneksi di mana Generasi Z merasa kesepian meskipun terhubung secara digital, penelitian lanjutan yang menarik adalah mengeksplorasi bagaimana fitur-fitur baru pada platform digital dapat dirancang untuk secara efektif mengurangi perasaan isolasi sosial dan kecemasan, serta mendorong kedalaman hubungan interpersonal yang lebih autentik. Misalnya, studi dapat membandingkan efektivitas fitur intervensi yang berorientasi pada koneksi emosional versus pengalaman digital biasa. Selain itu, dengan adanya indikasi penurunan keterampilan sosial tatap muka, penting untuk menyelidiki dampak jangka panjang dari ketergantungan komunikasi digital ini terhadap kesuksesan karier dan kualitas kepemimpinan Generasi Z di lingkungan profesional. Riset ini bisa menganalisis bagaimana kemampuan berinteraksi langsung memengaruhi kinerja tim, negosiasi, dan kepuasan kerja, mungkin dengan membandingkan pengalaman Gen Z di berbagai sektor atau dengan generasi sebelumnya. Terakhir, karena Generasi Z menggunakan berbagai platform dengan karakteristik berbeda, studi komparatif dapat menelisik bagaimana fitur spesifik dan algoritma pada platform tertentuβ€”misalnya, fokus TikTok pada video singkat versus penekanan Discord pada komunitas suaraβ€”secara unik membentuk jenis hubungan interpersonal yang terbangun dan tingkat kepuasan sosial yang dirasakan. Penelitian longitudinal akan sangat berharga untuk memahami evolusi dan dampak platform ini terhadap hubungan Gen Z dalam jangka panjang.

Read online
File size301.43 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test