POLINDRAPOLINDRA
Jurnal Teknologi Terapan (JTT)Jurnal Teknologi Terapan (JTT)Penelitian ini bertujuan membandingkan perencanaan metode CPM (Critical Path Method) pada proyek Impressed Current Cathodic Protection (ICCP) dengan variasi peletakan groundbed di sepanjang pipa gas eksisting milik perusahaan pupuk. Studi dilakukan dengan menyusun tiga skenario lokasi groundbed, yaitu dipasang secara sejajar, tegak lurus, dan kombinasi terhadap jalur pipa. Parameter yang dianalisis meliputi durasi kegiatan, biaya, serta potensi gangguan operasional. Hasil menunjukkan skenario tegak lurus menghasilkan waktu pengerjaan tercepat 18 hari, sejajar paling lama 26 hari, sedangkan kombinasi berada di tengah. Biaya terendai dicapai pada skenario tegak lurus karena minim penggalian dan mudah diakses. Potensi interference paling rendan pada skenario kombinasi karena groundbed terbagi dua lokasi sehingga arus lebih merata. Kesimpulannya, peletakan groundbed tegak lurus menjadi pilihan optimal untuk proyek ICCP guna proteksi pipa gas di perusahaan pupuk.
Peletakan groundbed secara tegak lurus terhadap jalur pipa gas eksisting terbukti paling efisien, menghasilkan durasi 18 hari dan biaya terendah.Skenario ini paling aman dari risiko interference berkat jarak groundbed yang seragam dengan pipa.Oleh karena itu, metode ini disarankan sebagai acuan dalam perencanaan proteksi katodik ICCP pada pipa gas industri.
Bagaimana pengaruh jenis tanah yang berbeda terhadap efektivitas distribusi arus proteksi katodik pada skenario peletakan groundbed tegak lurus ini? Apakah menambah sistem remote monitoring arus katodik dapat memperpanjang umur pipa dan mempercepat deteksi kegagalan proteksi di lapangan? Studi lanjutan juga bisa mengeksplorasi optimalisasi biaya dengan mempertimbangkan harga komoditas titanium dan silikon iron anoda yang fluktuatif secara berkala.
| File size | 459.84 KB |
| Pages | 3 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKSCIPOLTEKSCI Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan, sedangkan data sekunderMetode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan, sedangkan data sekunder
TYARLYTATYARLYTA 483.398.111,39 dengan penambahan 1 jam kerja lembur dapatkan durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp. 845.462.146,89 pada penambahan 2 jam kerja483.398.111,39 dengan penambahan 1 jam kerja lembur dapatkan durasi crashing 50 hari dengan biaya sebesar Rp. 845.462.146,89 pada penambahan 2 jam kerja
YWNRYWNR Peningkatan pendapatan operasional dari sektor kamar dan restoran menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan laba, meskipun efisiensi biaya masih perluPeningkatan pendapatan operasional dari sektor kamar dan restoran menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan laba, meskipun efisiensi biaya masih perlu
ITNITN Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan tidak tercapainya target mutu adalah Faktor Target Waktu, Faktor Keuangan, SDM dan lingkunganSedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan tidak tercapainya target mutu adalah Faktor Target Waktu, Faktor Keuangan, SDM dan lingkungan
ITNITN 443. Oleh kerena itu Strategi yang digunakan untuk mengatasinya adalah kontraktor harus mempekerjakan tenaga pengawas lapangan yang berpengalaman dan mampu443. Oleh kerena itu Strategi yang digunakan untuk mengatasinya adalah kontraktor harus mempekerjakan tenaga pengawas lapangan yang berpengalaman dan mampu
UMSBUMSB Dari keenam faktor tersebut, Faktor Bukti Fisik diidentifikasi sebagai faktor dominan. Oleh karena itu, solusi untuk meningkatkan kinerja kontraktor diDari keenam faktor tersebut, Faktor Bukti Fisik diidentifikasi sebagai faktor dominan. Oleh karena itu, solusi untuk meningkatkan kinerja kontraktor di
FTUNCENFTUNCEN Hasil perhitungan pada pekerjaan batu bata yang dikerjakan oleh 1 kelompok (1 tukang 1 Pekerja) mempunyai produktivtas 106.99 m3 selama 9 hari dengan upahHasil perhitungan pada pekerjaan batu bata yang dikerjakan oleh 1 kelompok (1 tukang 1 Pekerja) mempunyai produktivtas 106.99 m3 selama 9 hari dengan upah
UMSBUMSB Faktor penyebab keterlambatan di lapangan adalah ketidaksesuaian antara tenaga kerja yang direncanakan dengan produktivitas tenaga kerja yang ada. PenerapanFaktor penyebab keterlambatan di lapangan adalah ketidaksesuaian antara tenaga kerja yang direncanakan dengan produktivitas tenaga kerja yang ada. Penerapan
Useful /
ITNITN Hasil menunjukkan bahwa Sumber Daya Manusia (X1), Sarana dan Prasarana (X2), Regulasi (X3), Biaya (X4), Organisasi (X5), dan Waktu (X6) berpengaruh signifikanHasil menunjukkan bahwa Sumber Daya Manusia (X1), Sarana dan Prasarana (X2), Regulasi (X3), Biaya (X4), Organisasi (X5), dan Waktu (X6) berpengaruh signifikan
UMNUMN Fintech memoderasi hubungan Green Accounting dengan keberlanjutan tetapi tidak berpengaruh pada Green Innovation. Implementasi Green Innovation secaraFintech memoderasi hubungan Green Accounting dengan keberlanjutan tetapi tidak berpengaruh pada Green Innovation. Implementasi Green Innovation secara
ISNJBENGKALISISNJBENGKALIS Program tersebut sangat bermanfaat bagi fakir miskin sebagai mustahik, karena mereka bisa memiliki pekerjaan dan kesempatan untuk keluar dari kemiskinan,Program tersebut sangat bermanfaat bagi fakir miskin sebagai mustahik, karena mereka bisa memiliki pekerjaan dan kesempatan untuk keluar dari kemiskinan,
UMSBUMSB Sistem pengecekan pH air otomatis berbasis Arduino ini dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya yang mana alat ini membantu pengguna sumur bor mengetahuiSistem pengecekan pH air otomatis berbasis Arduino ini dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya yang mana alat ini membantu pengguna sumur bor mengetahui