ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya RupaBrikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa

Artikel ini membahas representasi penjara sebagai ruang ideologis dalam film Ghost in the Cell karya Joko Anwar melalui perspektif spatial ideology Henri Lefebvre. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya kajian spatial criticism dalam sinema yang memandang ruang tidak sekadar sebagai latar naratif, melainkan sebagai konstruksi sosial-politik yang merepresentasikan relasi kuasa dan ideologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif-kritis. Data penelitian berupa unsur visual dan naratif film yang meliputi mise-en-scène, sinematografi, pencahayaan, setting ruang, dialog, dan struktur naratif. Data dianalisis menggunakan metode close reading sinematik dengan menerapkan triad spasial Henri Lefebvre, yakni spatial practice, representations of space, dan representational spaces. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang penjara dalam film diproduksi sebagai mekanisme ideologis yang merepresentasikan disiplin tubuh, pengawasan negara, korupsi struktural, serta resistensi sosial. Spatial practice tampak melalui rutinitas disipliner dan kontrol terhadap tubuh narapidana. Representations of space diwujudkan melalui arsitektur penjara, sistem pengawasan, dan hierarki visual yang merepresentasikan kekuasaan negara. Sementara itu, representational spaces muncul melalui pengalaman emosional para narapidana, solidaritas kolektif, dan unsur supranatural sebagai bentuk resistensi simbolik terhadap sistem represif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film menggunakan ruang penjara sebagai alegori negara dan medium kritik sosial-politik dalam sinema Indonesia kontemporer.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ruang penjara dalam film Ghost in the Cell karya Joko Anwar tidak hanya berfungsi sebagai latar naratif, tetapi sebagai konstruksi ideologis yang merepresentasikan relasi kuasa, pengawasan, dan resistensi dalam masyarakat kontemporer.Melalui perspektif spatial ideology Henri Lefebvre, film memperlihatkan bahwa ruang diproduksi melalui hubungan antara praktik spasial, representasi ruang, dan pengalaman ruang yang dihidupi oleh para subjek.Pada dimensi spatial practice, ruang penjara direpresentasikan sebagai mekanisme disipliner yang mengatur tubuh, pergerakan, dan aktivitas narapidana melalui rutinitas serta pengawasan visual yang ketat.Namun di tengah dominasi tersebut, muncul praktik-praktik tandingan yang menunjukkan adanya negosiasi dan resistensi terhadap sistem kekuasaan.Pada dimensi representations of space, tata ruang lapas, sistem pengawasan, serta hierarki visual dalam film merepresentasikan ideologi negara yang represif dan korup.Penjara dikonstruksi sebagai miniatur negara yang mempertontonkan relasi kuasa, kekerasan struktural, dan kegagalan institusi keadilan.Sementara itu, representational spaces memperlihatkan bagaimana ruang penjara dialami secara emosional, simbolik, dan imajinatif oleh para karakter.Pengalaman tubuh, solidaritas antarnarapidana, serta kemunculan unsur supranatural membentuk ruang resistensi yang menantang dominasi sistem formal.Dalam konteks ini, elemen horor dalam film tidak hanya berfungsi sebagai strategi estetis, tetapi juga sebagai alegori kritik sosial-politik terhadap aparatus negara dan sistem kekuasaan yang kehilangan legitimasi moral.

Saran penelitian lanjutan yang baru berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan dalam paper ini adalah: . . 1. Kajian lebih mendalam tentang representasi ruang penjara dalam sinema Indonesia kontemporer, dengan fokus pada bagaimana ruang penjara merefleksikan dan mengkritik sistem sosial-politik yang korup dan represif. . . 2. Analisis komparatif antara film Ghost in the Cell dengan film-film prison cinema lainnya, baik dalam konteks Indonesia maupun internasional, untuk memahami perbedaan dan kesamaan dalam representasi ruang penjara sebagai ruang ideologis. . . 3. Penelitian kualitatif yang menyelidiki pengalaman narapidana dalam ruang penjara, termasuk bagaimana mereka mengartikan dan menafsirkan ruang tersebut, serta bagaimana ruang penjara mempengaruhi identitas dan persepsi mereka tentang diri sendiri dan masyarakat.

Read online
File size616.76 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test