NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE

Librarium: Library and Information Science JournalLibrarium: Library and Information Science Journal

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memproduksi, mengakses, dan mendistribusikan informasi secara fundamental. Kehadiran Internet, media sosial, platform berbagi konten, hingga teknologi Generative Artificial Intelligence (GenAI) memungkinkan informasi diproduksi dan disebarluaskan dalam hitungan detik tanpa batasan ruang dan waktu. Transformasi ini memperluas akses masyarakat terhadap berbagai sumber pengetahuan. Namun, di balik kemudahan tersebut, secara bersamaan meningkatkan produksi misinformasi, disinformasi, dan konten sintetis yang sulit dibedakan dari informasi yang kredibel. Fenomena ini dikenal sebagai information disorder, yaitu kondisi ketika kualitas informasi dipengaruhi oleh kecepatan distribusi, algoritma platform digital, serta praktik komunikasi yang secara sistematis mendistorsi pemahaman publik. Dalam perspektif Library and Information Science, disinformasi merupakan bentuk manipulasi komunikasi yang terstruktur, sehingga respons dan penanganan terhadap fenomena tersebut tidak cukup dilakukan melalui peningkatan akses informasi, melainkan harus disertai penguatan kemampuan masyarakat dalam mengevaluasi informasi secara kritis. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang paling intensif memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas akademik, mahasiswa saat ini sangat bergantung pada berbagai sumber informasi, mulai dari mesin pencari, media sosial, repositori institusi, jurnal elektronik, hingga aplikasi berbasis AI, menjadi bagian dari proses pencarian dan penggunaan informasi sehari-hari. Fenomena tersebut memberikan implikasi serius bagi pendidikan tinggi. Namun, tingginya intensitas penggunaan teknologi dan kemudahan akses tersebut tidak selalu diikuti oleh kemampuan literasi informasi, seperti kemampuan mengevaluasi kredibilitas sumber informasi maupun memverifikasi kebenaran informasi sebelum digunakan dalam proses pembelajaran. Bahkan, mahasiswa yang tumbuh di lingkungan digital masih mengalami kesulitan membedakan informasi yang kredibel dari misinformasi karena cenderung mengevaluasi isi informasi secara dangkal tanpa melakukan verifikasi terhadap sumbernya. Mahasiswa Generasi Z hidup dalam lingkungan informasi yang bersifat instan, tidak terkurasi, dan sangat bergantung pada algoritma digital sehingga menghadapi tantangan yang semakin besar dalam membedakan informasi yang kredibel dari informasi yang menyesatkan. Paparan informasi yang terus-menerus melalui media sosial dapat mempengaruhi cara mahasiswa menilai validitas informasi dan mengambil keputusan akademik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tantangan pendidikan tinggi telah bergeser dari persoalan akses informasi menuju evaluasi informasi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan literasi digital mahasiswa IAIN Langsa dalam menghadapi disinformasi digital berada pada kategori tinggi, dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 3,94.Kesiapan tersebut terbentuk dari tiga aspek yang dianalisis, yaitu penggunaan teknologi digital, evaluasi informasi digital, dan tanggung jawab dalam ruang digital.Meskipun secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, ketiga aspek tersebut menunjukkan capaian yang berbeda.Tanggung jawab dalam ruang digital merupakan aspek dengan capaian tertinggi, yaitu 4,25 dan berada pada kategori sangat tinggi.Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesadaran yang baik terhadap etika komunikasi digital, dampak perilaku di ruang digital, keamanan informasi pribadi, serta konsekuensi penyebaran informasi palsu.Penggunaan teknologi digital memperoleh nilai rata-rata 3,93 dan berada pada kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa mahasiswa secara umum memiliki kesiapan yang baik dalam menggunakan teknologi digital.Sementara itu, aspek evaluasi informasi digital memperoleh nilai rata-rata 3,64, sekaligus menjadi aspek dengan capaian relatif paling rendah.Temuan yang perlu mendapat perhatian adalah adanya perbedaan antara kemampuan mahasiswa dalam membedakan hoaks dan informasi faktual (4,08) dengan kemampuan mengidentifikasi dan mengevaluasi kredibilitas sumber digital (3,39).Kondisi ini menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi disinformasi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kemampuan menggunakan teknologi atau mengenali informasi yang dianggap palsu, tetapi membutuhkan kemampuan evaluasi yang lebih mendalam dalam memeriksa sumber, kredibilitas, bukti, dan konteks informasi.Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa IAIN Langsa telah memiliki fondasi yang baik untuk mendukung pembentukan digital resilience, tetapi masih terdapat ruang penguatan terutama pada kemampuan evaluasi dan verifikasi informasi.Pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyatakan bahwa mahasiswa telah memiliki tingkat digital resilience yang tinggi, karena konstruk tersebut tidak diukur secara langsung dalam penelitian ini.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dikembangkan program literasi digital berbasis praktik verifikasi dan evaluasi sumber. Program ini dapat dirancang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengevaluasi kredibilitas sumber informasi dan memverifikasi informasi sebelum digunakan atau disebarluaskan. Kedua, perguruan tinggi dan perpustakaan disarankan untuk bekerja sama dalam mengembangkan program literasi digital yang terintegrasi dengan pembelajaran akademik. Program ini dapat mencakup latihan penelusuran sumber, evaluasi kredibilitas, verifikasi informasi, perbandingan informasi dari beberapa sumber, serta pengambilan keputusan berdasarkan bukti. Ketiga, penting untuk mengintegrasikan literasi digital dan literasi informasi ke dalam pembelajaran maupun berbagai aktivitas akademik. Hal ini dapat dilakukan melalui latihan penelusuran sumber, evaluasi kredibilitas, verifikasi informasi, dan pengambilan keputusan yang berbasis bukti. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mengetahui karakteristik disinformasi, tetapi juga memiliki pengalaman dalam menerapkan proses evaluasi informasi secara sistematis.

  1. Assessing Students’ Information Literacy: Attitudes and Perceptions of College Students Across... crl.acrl.org/index.php/crl/article/view/26682Assessing StudentsAo Information Literacy Attitudes and Perceptions of College Students Across crl acrl index php crl article view 26682
  2. "MIL's Impact on students' Detecting fake news skills" by Reem M. Al Zou'bi... doi.org/10.23860/JMLE-2022-14-2-5MILs Impact on students Detecting fake news skills by Reem M Al Zoubi doi 10 23860 JMLE 2022 14 2 5
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/978-3-032-17272-3_1Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 978 3 032 17272 3 1
Read online
File size374.35 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test