ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER

DIVERSITY: Journal of Multi Science LinearityDIVERSITY: Journal of Multi Science Linearity

Perkembangan cepat dari machine learning dan kecerdasan buatan generatif telah mengubah produksi, sirkulasi, dan interpretasi media digital. Media sintetik yang dihasilkan oleh machine learning, termasuk deepfakes dan konten yang dimanipulasi oleh AI, menciptakan peluang komunikasi baru sekaligus menantang autentikasi informasi dan kredibilitasnya. Penelitian ini memeriksa hubungan antara media sintetik, manipulasi media, dan kepercayaan publik melalui perspektif komunikasi etika dan strategis Islam. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur integratif kualitatif yang digabungkan dengan analisis tematik dan konseptual dari kecerdasan buatan, komunikasi, kepercayaan publik, komunikasi strategis, pemasaran, komunikasi halal, dan etika Islam. Analisis ini mengidentifikasi empat dimensi yang saling terhubung: media sintetik sebagai mekanisme manipulasi media; ketidakpastian epistemis sebagai jalur yang mempengaruhi kepercayaan publik; penurunan autentikasi sebagai tantangan untuk komunikasi strategis dan pemasaran; dan prinsip-prinsip etika Islam sebagai fondasi untuk komunikasi yang bertanggung jawab yang dimediasi oleh AI. Sintesis ini menunjukkan bahwa media sintetik dapat merusak kepercayaan di luar penipuan langsung dengan meningkatkan ketidakpastian tentang autentikasi konten digital, yang dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap berita, sumber, institusi media, dan lingkungan komunikasi. Penelitian ini mengidentifikasi ṣidq, amānah, tabayyun, adl, ḍarar, dan maṣlaḥah sebagai prinsip-prinsip etika yang saling melengkapi dan mengusulkan Kerangka Kepercayaan Etika Islam untuk Media Sintetik (IET-SM). Kerangka ini menekankan keselarasan antara kemampuan teknologi, kredibilitas komunikasi, tanggung jawab etika, dan kesejahteraan publik.

Penelitian ini menyelidiki hubungan yang muncul antara media sintetik yang dihasilkan oleh machine learning, manipulasi media, kepercayaan publik, komunikasi strategis, dan etika Islam melalui tinjauan literatur integratif kualitatif.Sintesis menunjukkan bahwa tantangan yang ditimbulkan oleh media sintetik melampaui produksi konten palsu.Konsekuensi yang penting adalah ketidakpastian epistemis - kesulitan menentukan apakah informasi yang dimediasi secara digital adalah autentik.Bukti yang ada menunjukkan bahwa ketidakpastian ini dapat memiliki implikasi terhadap kepercayaan terhadap berita dan lingkungan informasi digital.Penelitian ini lebih lanjut berpendapat bahwa kepercayaan publik harus dipahami sebagai konstruksi multidimensional, mencakup kepercayaan terhadap konten, sumber, saluran media, dan mungkin institusi yang lebih luas.Media sintetik dapat dipahami bukan hanya sebagai masalah teknologi tetapi sebagai tantangan terhadap infrastruktur kredibilitas komunikasi kontemporer.Implikasi ini meluas ke komunikasi strategis, komunikasi pemasaran, dan komunikasi halal.Pemasaran digital dan komunikasi halal semakin berkembang di sekitar lingkungan komunikasi yang terjalin dan terintegrasi.Penelitian ini memperluas trajektori konseptual ini dengan mengidentifikasi media sintetik yang dihasilkan oleh AI sebagai tantangan baru terhadap komunikasi yang didasarkan pada kepercayaan.Dari perspektif etika Islam, prinsip-prinsip ṣidq, amānah, tabayyun, adl, ḍarar, dan maṣlaḥah memberikan dimensi normatif yang saling melengkapi untuk mengevaluasi produksi dan penyebaran media sintetik.Prinsip-prinsip ini tidak menggantikan deteksi teknologi, tata kelola AI, atau regulasi hukum.Sebaliknya, mereka memberikan panduan etika tentang bagaimana kemampuan teknologi harus digunakan secara bertanggung jawab.Penelitian ini kemudian mengusulkan Kerangka Kepercayaan Etika Islam untuk Media Sintetik (IET-SM).Kerangka ini mengkonseptualisasikan hubungan antara media sintetik, manipulasi media, penipuan/ketidakpastian, kredibilitas, kepercayaan publik, komunikasi strategis, dan tanggung jawab etika.Proposisi utamanya adalah bahwa komunikasi yang dapat dipercaya yang dimediasi oleh AI memerlukan lebih dari sekadar kecanggihan teknologi.Hal ini memerlukan keselarasan antara kemampuan teknologi, kredibilitas komunikasi, tanggung jawab etika, dan kesejahteraan publik.Kontribusi penelitian ini terletak pada penggabungan tubuh-tubuh pengetahuan yang telah berkembang secara terpisah dalam komunikasi strategis, komunikasi halal, dan etika AI Islam.Penelitian ini tidak mengklaim bahwa etika Islam sendirian dapat menyelesaikan tantangan yang diciptakan oleh media sintetik.Sebaliknya, penelitian ini menunjukkan potensi prinsip-prinsip etika Islam untuk memberikan dimensi normatif pada tata kelola komunikasi yang lebih luas yang dimediasi oleh AI.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris yang membedakan penipuan dari ketidakpastian epistemis. Selain itu, kepercayaan publik harus diukur secara terpisah untuk konten, sumber, media, dan kepercayaan institusional. Penelitian juga dapat menyelidiki literasi AI dan literasi media sebagai moderator potensial. Studi empiris juga dapat menyelidiki media sintetik dalam hubungan publik, merek, iklan, dan komunikasi pemasaran terpadu. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki komunikasi yang dihasilkan oleh AI dalam pemasaran halal. Prinsip-prinsip etika Islam seperti ṣidq, amānah, tabayyun, adl, ḍarar, dan maṣlaḥah dapat dioperasionalisasikan dan diuji secara eksperimental dalam kerangka kerja IET-SM. Penelitian selanjutnya juga dapat menyelidiki apakah orientasi etika, literasi AI, literasi media, konteks budaya, dan nilai-nilai agama mempengaruhi respons audiens terhadap media sintetik. Tantangan mendasar dari media sintetik bukan hanya apakah teknologi dapat mereproduksi realitas secara meyakinkan, tetapi apakah masyarakat dapat mempertahankan kemampuan untuk membedakan, memverifikasi, mempercayai, dan berkomunikasi secara bertanggung jawab informasi dalam lingkungan di mana realitas dapat semakin direproduksi secara sintetik.

  1. The Emergence of Deepfake Technology: A Review | TIM Review. emergence deepfake technology review tim... doi.org/10.22215/timreview/1282The Emergence of Deepfake Technology A Review TIM Review emergence deepfake technology review tim doi 10 22215 timreview 1282
Read online
File size335.12 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test