NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE

Penamas: Journal of Community ServicePenamas: Journal of Community Service

Anggota kepolisian menghadapi tekanan kerja tinggi yang dapat memicu feeling overwhelmed, yaitu kondisi kewalahan ketika tuntutan melebihi kemampuan individu dalam mengelola tekanan. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi stres berkepanjangan atau burnout. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anggota kepolisian mengenai feeling overwhelmed melalui psikoedukasi. Metode yang digunakan berupa psikoedukasi partisipatif melalui penyuluhan dan diskusi interaktif, dengan pre-test dan post-test sebagai alat evaluasi. Kegiatan melibatkan 10 anggota Unit Satuan Pembinaan Masyarakat Kepolisian Resor Lombok Timur yang dipilih berdasarkan hasil asesmen. Hasil pre-test menunjukkan 80% peserta belum memahami konsep feeling overwhelmed, sedangkan 20% berada pada kategori pemahaman rendah. Setelah intervensi, 80% peserta mencapai kategori baik dan 20% masih berada pada kategori rendah. Nilai rata-rata meningkat dari 2,7 menjadi 13, sedangkan persentase rata-rata meningkat 63 poin, dari 17% menjadi 80%. Peserta juga mampu mengidentifikasi strategi coping adaptif. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif meningkatkan literasi kesehatan mental, khususnya pemahaman feeling overwhelmed, sehingga dapat mendukung pengelolaan tekanan kerja, kesejahteraan psikologis, dan kinerja anggota kepolisian.

Psikoedukasi efektif meningkatkan pemahaman anggota kepolisian tentang feeling overwhelmed.Peningkatan pengetahuan peserta terlihat dari perubahan kategori pemahaman sebelum dan sesudah intervensi.Psikoedukasi membantu peserta mengenali faktor, dampak, dan strategi penanganan feeling overwhelmed.Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk program edukasi kesehatan mental yang lebih luas.

1. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas psikoedukasi jangka panjang pada anggota kepolisian untuk menilai keberlanjutan pemahaman dan pengelolaan feeling overwhelmed. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk membandingkan metode psikoedukasi berbasis teknologi dengan metode tradisional dalam meningkatkan literasi kesehatan mental. 3. Penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi feeling overwhelmed di lingkungan kerja kepolisian yang berbeda, seperti daerah dengan tingkat stres lebih tinggi atau karakteristik tugas yang berbeda.

  1. ASEE PEER - BOARD # 317: A Qualitative Study of Undergraduate Engineering Students’ Feelings... doi.org/10.18260/1-2--55683ASEE PEER BOARD 317 A Qualitative Study of Undergraduate Engineering StudentsyAAAo Feelings doi 10 18260 1 2 55683
  2. Pemberian Psikoedukasi Kepada Masyarakat Melalui Media Poster | Journal of Islamic and Contemporary Psychology.... doi.org/10.25299/jicop.v2i1.9054Pemberian Psikoedukasi Kepada Masyarakat Melalui Media Poster Journal of Islamic and Contemporary Psychology doi 10 25299 jicop v2i1 9054
  3. Psychoeducation for depression, anxiety and psychological distress: a meta-analysis | BMC Medicine |... link.springer.com/article/10.1186/1741-7015-7-79Psychoeducation for depression anxiety and psychological distress a meta analysis BMC Medicine link springer article 10 1186 1741 7015 7 79
  4. Psikoedukasi untuk Mengatasi Overwhelmed pada Guru dan Relawan Sekolah Nonprofit | Syakina | ABDIMASKU... doi.org/10.62411/ja.v8i3.3064Psikoedukasi untuk Mengatasi Overwhelmed pada Guru dan Relawan Sekolah Nonprofit Syakina ABDIMASKU doi 10 62411 ja v8i3 3064
Read online
File size436.92 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test