PROSCIENCESPROSCIENCES

One moment, please...One moment, please...

Di Indonesia, diperkirakan lebih dari 20 juta kasus keracunan makanan terjadi setiap tahun, dengan sebagian besar kasus terkait dengan dapur rumah sakit. Statistik yang mengkhawatirkan ini menekankan kebutuhan mendesak untuk menerapkan standar higienis dan sanitasi yang ketat, serta protokol keselamatan kerja dalam pengolahan makanan. Meskipun ada regulasi, termasuk pedoman Kementerian Kesehatan Indonesia tentang higienitas dan sanitasi makanan, masih ada tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif untuk menyelidiki praktik higiene, sanitasi, dan keselamatan kerja di unit gizi RS X pada tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para pekerja memiliki pengetahuan yang memadai, implementasi higiene, sanitasi, dan keselamatan kerja masih inkonsisten, terutama dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) dan kepatuhan terhadap prosedur operasional standar (SOP). Jam kerja yang panjang dan kondisi dapur yang kurang mendukung juga mempengaruhi kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun karyawan di unit gizi RS X menyadari pentingnya higiene, sanitasi, dan keselamatan kerja, masih ada kesenjangan dalam implementasinya.Hal ini mencakup penggunaan APD yang tidak konsisten, kepatuhan yang tidak lengkap terhadap SOP, dan kurangnya pelatihan tentang keselamatan kerja.Penerapan higiene sanitasi dan keselamatan kerja yang efektif sangat penting untuk mencegah kontaminasi makanan dan memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

Untuk meningkatkan penerapan standar higiene sanitasi dan keselamatan kerja di unit gizi rumah sakit, penelitian lanjutan dapat mengusulkan pengembangan program pelatihan yang komprehensif dan berkelanjutan. Program ini dapat mencakup pelatihan tentang penggunaan APD yang tepat, prosedur operasional standar (SOP), dan keselamatan kerja. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi strategi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap SOP, seperti pengawasan dan evaluasi yang lebih ketat. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan faktor lingkungan kerja, seperti ventilasi dan pencahayaan yang memadai, serta manajemen beban kerja yang efektif untuk memastikan kesehatan dan keselamatan pekerja. Dengan menggabungkan pelatihan yang komprehensif, pengawasan yang ketat, dan lingkungan kerja yang mendukung, unit gizi rumah sakit dapat mencapai standar higiene sanitasi dan keselamatan kerja yang lebih tinggi, sehingga mengurangi risiko kontaminasi makanan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.

  1. Studi Kualitatif Perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Petugas Instalasi Gizi Rumah Sakit pada... doi.org/10.52022/jikm.v12i3.74Studi Kualitatif Perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 Petugas Instalasi Gizi Rumah Sakit pada doi 10 52022 jikm v12i3 74
  2. KEAMANAN MAKANAN DITINJAU DARI ASPEK HIGIENE DAN SANITASI PADA PENJAMAH MAKANAN DI SEKOLAH, WARUNG MAKAN... online-journal.unja.ac.id/e-sehad/article/view/10763KEAMANAN MAKANAN DITINJAU DARI ASPEK HIGIENE DAN SANITASI PADA PENJAMAH MAKANAN DI SEKOLAH WARUNG MAKAN online journal unja ac e sehad article view 10763
  3. Analisis penerapan Standard Operating Procedure (SOP) sanitasi peralatan makan dengan angka kuman di... doi.org/10.30867/gikes.v4i2.1076Analisis penerapan Standard Operating Procedure SOP sanitasi peralatan makan dengan angka kuman di doi 10 30867 gikes v4i2 1076
Read online
File size238.59 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test