AKPERAKPER

Jurnal Wacana KesehatanJurnal Wacana Kesehatan

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang diakibatkan adanya gangguan kerja insulin. Kejadian penyakit ini masih mengalami peningkatan di Indonesia khususnya DM tipe II. Pengukuran hemoglobin terglikasi (HbA1c) merupakan kontrol glikemik terbaik untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah. Pasien yang memiliki kadar HbA1c >7% akan berisiko 2 kali lebih tinggi untuk mengalami komplikasi. Pemeriksaan kadar HbA1c sangat penting dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis, kontrol glikemik, dan prognosis dari penyakit DM tipe II. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar HbA1c pada pasien diabetes mellitus tipe II di Rumah Sehat BAZNAS Pusat tahun 2021 serta proporsinya berdasarkan wilayah, usia, dan jenis terapi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif cross sectional. Sampel penelitian meliputi populasi terjangkau yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 64 sampel. Data penelitian berupa data sekunder yang diperoleh dari program Hipertensi Diabetes dari tahun 2020. Sebagian besar responden merupakan perempuan (82,8%) dan dikisaran umur 51-60 tahun (37,5%) serta yang paling sedikit di umur produktif yaitu 30-40 tahun sekitar 4,7%. responden yang telah mengkonsumsi obat Diabetes melitus setelah dilakukan pemeriksaan Hba1C didapatkan hasil Sebagian besar (14 orang) nilai HbA1C yaitu normal <6,5% dan dilanjutkan (13 orang) dengan hasil dikisaran 8,7-9,6%. Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, wilayah dengan responden terbanyak yaitu Kabupaten Bogor karena ada 2 titik desa binaan yaitu di Kecamatan Ciampea dan Desa Citayam Kecamatan Bojonggede.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mayoritas penderita DM Tipe II di Rumah Sehat BAZNAS tahun 2021 masih memiliki kadar HbA1c tidak terkontrol yaitu sebanyak 78%.Saran yang dapat diberikan berkaitan penelitian ini diantaranya diperlukan penatalaksanaan yang lebih komprehensif baik itu petugas kesehatan maupun pasien sehingga kadar HbA1c terkendali dan komplikasi penyakit DM tipe II dapat dicegah secara maksimal.Pada penelitian selanjutnya, perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai hubungan antar variabel untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar HbA1c sehingga dapat mencegah komplikasi dan perburukan penyakit.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi pengaruh pola makan seimbang dan aktivitas fisik terhadap kontrol kadar HbA1c pada pasien DM tipe II, terutama di wilayah perkotaan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas program edukasi kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan kesadaran pasien tentang pentingnya pemantauan HbA1c secara rutin. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi perbedaan respons terapi antara laki-laki dan perempuan serta dampak faktor sosial-ekonomi terhadap keberhasilan pengelolaan penyakit DM.

  1. Profil HBA1C pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sehat Baznas Jakarta Tahun 2021 | Martina... doi.org/10.52822/jwk.v9i2.666Profil HBA1C pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sehat Baznas Jakarta Tahun 2021 Martina doi 10 52822 jwk v9i2 666
Read online
File size462.14 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test