POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG

Jurnal Gizi MandiriJurnal Gizi Mandiri

Anak usia sekolah sedang berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang pesat sehingga memerlukan asupan gizi yang optimal, khususnya protein. Salah satu jajanan yang digemari anak-anak adalah rice cracker, namun produk ini umumnya rendah kandungan proteinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung udang rebon (Acetes spp.) terhadap mutu organoleptik, kadar protein, dan daya terima anak sekolah terhadap produk rice cracker. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu kontrol dan tiga perlakuan: F1 (7,5 g), F2 (10 g), dan F3 (12,5 g) tepung udang rebon dari total 50 g bahan dasar nasi. Penilaian organoleptik dilakukan oleh 25 panelis agak terlatih, sedangkan daya terima diuji pada 30 anak usia 10–12 tahun di SDN 05 Kubang Putiah. Kadar protein dianalisis secara laboratoris. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah F2 (10 g tepung udang rebon) dengan skor organoleptik tertinggi pada warna (3,04), aroma (2,96), rasa (2,76), dan tekstur (3,40). Substitusi tepung udang rebon meningkatkan kadar protein dari 16,88% (kontrol) menjadi 35,02% (F2). Daya terima anak terhadap produk sangat baik dengan tingkat konsumsi mencapai 100%. Simpulan dari penelitian ini adalah substitusi tepung udang rebon mampu meningkatkan kadar protein dan menjaga mutu organoleptik rice cracker sehingga dapat menjadi alternatif camilan sehat berbasis pangan lokal bagi anak sekolah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi tepung udang rebon (Acetes spp.) pada rice cracker secara signifikan meningkatkan kadar protein dan mempertahankan mutu organoleptik, serta diterima dengan sangat baik oleh anak sekolah.Perlakuan F2 (10 gram tepung udang rebon) menjadi yang terbaik, menghasilkan kadar protein 35,02% dan skor organoleptik tertinggi untuk warna, aroma, rasa, dan tekstur.Dengan daya terima 100% dari anak-anak, rice cracker ini sangat berpotensi menjadi alternatif camilan sehat berbasis pangan lokal untuk mendukung kebutuhan gizi anak usia sekolah.

Untuk memperluas dampak positif dari penemuan ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat jika dilakukan studi mendalam mengenai profil gizi lengkap dari rice cracker yang telah diperkaya protein ini, tidak hanya protein, tetapi juga kandungan mikronutrien penting seperti kalsium, zat besi, atau vitamin yang mungkin berasal dari udang rebon. Studi ini juga bisa mencakup evaluasi bioavailabilitas nutrisi, yaitu seberapa baik nutrisi tersebut dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh anak-anak, untuk memastikan manfaat kesehatan yang optimal. Pertanyaan penelitian dapat berupa: Bagaimana profil nutrisi lengkap dan tingkat bioavailabilitas mikronutrien esensial pada rice cracker substitusi tepung udang rebon terbaik? Kedua, mempertimbangkan produk ini sebagai camilan yang akan didistribusikan secara luas, penting untuk melakukan penelitian mengenai daya simpan dan stabilitas produk. Hal ini mencakup pengujian terhadap perubahan mutu organoleptik dan kadar nutrisi selama penyimpanan dalam berbagai kondisi lingkungan dan kemasan yang berbeda. Pemahaman tentang masa simpan akan krusial untuk pengembangan produk komersial yang aman dan berkualitas. Sebuah pertanyaan yang relevan adalah: Bagaimana karakteristik mutu organoleptik dan kadar protein rice cracker berubah selama penyimpanan pada berbagai kondisi dan jenis kemasan? Terakhir, melihat potensi bahan lokal lainnya, penelitian dapat dikembangkan untuk mengeksplorasi variasi atau kombinasi tepung udang rebon dengan bahan pangan lokal kaya gizi lain untuk menciptakan diversifikasi produk. Bisa juga mempertimbangkan optimasi lebih lanjut terhadap metode pengolahan agar dihasilkan produk dengan efisiensi biaya dan skala produksi yang lebih besar, tanpa mengurangi kualitas. Ini dapat membuka peluang untuk inovasi produk camilan sehat yang lebih beragam dan terjangkau. Misalnya, dapat diteliti: Bagaimana kombinasi tepung udang rebon dengan sumber protein nabati lokal dapat mempengaruhi mutu dan daya terima rice cracker, serta efisiensi produksinya?.

  1. Availability and Consumption Behavior of Snack Food with Nutritional Status in Elementary School | Media... e-journal.unair.ac.id/MGK/article/view/42703Availability and Consumption Behavior of Snack Food with Nutritional Status in Elementary School Media e journal unair ac MGK article view 42703
Read online
File size300.06 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test