AIATAIAT

Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di NusantaraNun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara

Penelitian ini membahas dinamika tafsir modern di Indonesia sejak awal abad ke-21 hingga tahun 2022, dengan fokus pada lima karya tafsir yang dianggap representatif: Tafsir al-Misbah, Tafsir Inspirasi, Tafsir Quran per Kata, Pesan-pesan Al-Quran, dan Tafsir Ringkas Al-Quran Al-Karim. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif-deskriptif, memadukan kerangka pemikiran Munim Sirry dan Johanna Pink untuk mengidentifikasi karakteristik tafsir modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar tafsir modern Indonesia menekankan aspek kepraktisan (guidance), memanfaatkan teknik penulisan sistematis (misalnya catatan kaki), serta merespons realitas sosial yang berkembang. Namun, tidak semua tafsir menampilkan inner-logic Al-Quran secara eksplisit, sebagaimana disarankan Pink, maupun dialog komprehensif dengan budaya setempat sebagaimana disinggung Sirry. Selain itu, beragam corak penafsiran terpantau: mulai dari pendekatan tematik dengan puisi (Djohan Effendi), penjabaran kata-per-kata (Ahmad Hatta), hingga integrasi hermeneutika kontemporer (Quraish Shihab). Studi ini menyimpulkan bahwa corak tafsir modern di Indonesia bersifat majemuk dan terus berkembang, ditandai oleh spirit pembaruan yang tak terlepas dari akar tradisi. Ke depan, diperlukan kajian lebih luas untuk menelaah karya-karya tafsir lain dan menilai efektivitasnya dalam menjawab tantangan masyarakat Muslim kontemporer.

Penelitian ini telah mengungkap karakteristik tafsir modern di Indonesia yang berkembang sejak awal abad ke-21 hingga tahun 2022.Dari hasil analisis terhadap lima karya tafsir, terlihat bahwa para mufasir memadukan metode tradisional dengan sentuhan-sentuhan baru, seperti pendekatan sosiologis, psikologis, hingga penekanan pada aspek semantik.Tafsir modern Indonesia memikul peran strategis dalam menjembatani teks Al-Quran dengan konteks sosial-budaya setempat, sekaligus mengakomodasi ragam perspektif keilmuan.Meskipun demikian, penelitian ini juga menyisakan kekurangan, seperti keterbatasan lingkup karya yang dianalisis dan kurangnya pendalaman dinamika penerimaan tafsir oleh masyarakat umum.Dengan demikian, pemahaman akan karakteristik tafsir modern Indonesia dapat diperluas, sekaligus menguatkan relevansinya sebagai instrumen dialog antara teks suci dan realitas kontemporer.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan ilmu agama dengan studi budaya lokal untuk memperkaya interpretasi kontekstual Al-Quran. Selain itu, perlu dilakukan kajian tentang dampak digitalisasi terhadap proses penafsiran, termasuk penggunaan media sosial dan platform online dalam menyebarkan karya tafsir modern. Terakhir, peneliti dapat mengeksplorasi peran masyarakat awam dalam memahami dan menerapkan pesan tafsir melalui studi lapangan yang melibatkan partisipasi aktif komunitas lokal.

  1. Tafsir Modern Perspektif Mun’im Sirry dalam What’s Modern about Modern Tafsir? A Closer Look... jurnalnun.aiat.or.id/index.php/nun/article/view/158Tafsir Modern Perspektif MunAoim Sirry dalam WhatAos Modern about Modern Tafsir A Closer Look jurnalnun aiat index php nun article view 158
  2. Transformasi Perilaku Beragama Masyarakat Muslim Kontemporer: Fenomena Al-Qur’an Di Era Digital... ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/inright/article/view/2503Transformasi Perilaku Beragama Masyarakat Muslim Kontemporer Fenomena Al QurAoan Di Era Digital ejournal uin suka ac syariah inright article view 2503
Read online
File size459.81 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test