STBASTBA

Jurnal SORA - Pernik Studi Bahasa AsingJurnal SORA - Pernik Studi Bahasa Asing

Penelitian ini berfokus pada penggunaan ungkapan akhir kalimat dalam bahasa Jepang khususnya shuujoshi -ne, -ka, dan -kai pada sebuah film animasi Tonari no Totoro dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan fungsi ungkapan yang digunakan pada akhir kalimat dalam film animasi Tonari no Totoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data, yaitu metode simak dan metode catat. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 52 kalimat yang mengandung shuujoshi -ne, -ka, dan -kai dalam film animasi Tonari no Totoro. Dari 52 kalimat tersebut, penulis menemukan kalimat yang mengandung shuujoshi -ne sebanyak 29 kalimat; shuujoshi -ka sebanyak 13 kalimat; dan shuujoshi -kai sebanyak 10 kalimat. Shuujoshi -ne berfungsi untuk menyampaikan suatu perasaan/emosi; menandai permintaan konfirmasi; dan menyetujui pendapat orang lain. Shuujoshi -ka berfungsi untuk mengutarakan pertanyaan sederhana. Shuujoshi -kai berfungsi untuk mengekspresikan perasaan akrab.

Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 52 kalimat yang mengandung shuujoshi -ne, -ka, dan -kai dalam film animasi Tonari no Totoro.Shuujoshi -ne berfungsi untuk menyampaikan perasaan/emosi, menandai permintaan konfirmasi, dan menyetujui pendapat orang lain.Shuujoshi -ka berfungsi untuk mengutarakan pertanyaan sederhana.Shuujoshi -kai berfungsi untuk mengekspresikan perasaan akrab.Hasil analisis menyimpulkan bahwa penggunaan bunmatsu hyougen dipengaruhi oleh konteks situasi dan tingkat keakraban antar penutur.Penelitian ini menyarankan agar peneliti selanjutnya meneliti satu jenis ungkapan akhir kalimat untuk analisis yang lebih mendalam.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan partikel akhir kalimat lainnya seperti shuujoshi -te atau -mo dalam film animasi Jepang lainnya untuk membandingkan fungsi dan konteks penggunaannya. Selain itu, studi tentang pengaruh budaya Jepang terhadap penggunaan tindak tutur ilokusi dalam film animasi dapat dikembangkan untuk memahami dinamika komunikasi dalam konteks budaya. Terakhir, penelitian yang mengkaji perbedaan penggunaan partikel akhir kalimat antara karakter dewasa dan anak-anak dalam film animasi dapat memberikan wawasan baru tentang perkembangan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Jepang.

  1. Penggunaan Bunmatsu Hyougen Pada Film Animasi “Tonari No Totoro” | Jurnal SORA - Pernik Studi... jurnalsora.stba.ac.id/index.php/jurnal_sora/article/view/239Penggunaan Bunmatsu Hyougen Pada Film Animasi AuTonari No TotoroAy Jurnal SORA Pernik Studi jurnalsora stba ac index php jurnal sora article view 239
Read online
File size685.64 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test