AKPERAKPER

Jurnal Wacana KesehatanJurnal Wacana Kesehatan

Di Indonesia dan di seluruh dunia, tuberkulosis (TBC) merupakan masalah kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, hal ini merupakan salah satu tujuan pembangunan kesehatan berkelanjutan. Mycobacterium tuberkulosis, sering dikenal sebagai M. tuberkulosis, adalah penyakit menular yang menyebabkan TBC, salah satu dari 10 penyakit yang paling banyak membunuh orang di seluruh dunia. Tingkat pengetahuan penderita mengenai manfaat obat dan kepatuhan penderita dalam meminum obat ini sangat erat hubungannya dan sangat berpengaruh terhadap kesembuhan penderita tuberkulosis. Jika pasien mengikuti pengobatan sesuai resep dokter selama enam hingga delapan bulan, mereka dapat sembuh dari tuberkulosis. Perjalanan pengobatan TBC memakan waktu lama. Ada kemungkinan pasien tidak akan meminum obat sesuai resep karena tidak banyak informasi tersedia mengenai manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengetahuan Manfaat Obat Terhadap Kepatuhan Penderita TBC. Metode penelitian deskriptif korelatif dengan model pendekatan subjek Cross Sectional dengan jumlah sampel 30 orang pasien TBC. Responden yang memiliki pengetahuan manfaat obat baik sebanyak 60,0% dan responden yang memiliki kepatuhan tinggi sebanyak 60,0%. Hasil uji statistik Rank Spearman didapatkan nilai p.value= 0,000 (p.value=<0,05) hasil tersebut menunjukkan ada hubungan pengetahuan manfaat obat terhadap kepatuhan minum obat pada penderita TBC.

Berdasarkan karakteristik penderita TBC di Puskesmas 1 Baki mayoritas berusia 46-65 tahun yaitu sebanyak 56,7%.Berdasarkan jenis kelamin mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 56,7%.Berdasarkan lama pengobatan mayoritas responden sudah menjalani pengobatan selama 3-4 bulan yaitu sebanyak 50%.Berdasarkan riwayat merokok mayoritas responden memiliki riwayat merokok yaitu sebanyak 56,7%.Berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas responden adalah SMA sebanyak 46,7%.Mayoritas responden, menurut pekerjaan, bekerja di pekerjaan swasta 40%.Penderita TBC di Puskesmas 1 Baki mayoritas memiliki tingkat pengetahuan manfaat minum obat baik sebanyak 60%.Penderita TBC di Puskesmas 1 Baki mayoritas memiliki tingkat kepatuhan minum obat tinggi yaitu sebanyak 60%.value=0,000 (p=<0,05) hasil tersebut menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak program edukasi berbasis teknologi informasi terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan pasien TBC. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran dukungan keluarga dalam memperkuat kepatuhan minum obat, khususnya pada pasien dengan tingkat pendidikan rendah. Riset juga dapat mengembangkan metode pemantauan kepatuhan yang lebih inovatif, seperti penggunaan aplikasi mobile untuk mengingatkan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur.

  1. Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Efikasi Diri Penderita Tuberkulosis Paru | Herawati | Jurnal Berita... doi.org/10.23917/bik.v11i1.10585Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Efikasi Diri Penderita Tuberkulosis Paru Herawati Jurnal Berita doi 10 23917 bik v11i1 10585
  2. Indonesian Journal for Health Sciences. penyakit tuberkulosis paru usia ponorogo indonesian journal health... journal.umpo.ac.id/index.php/IJHS/article/view/482Indonesian Journal for Health Sciences penyakit tuberkulosis paru usia ponorogo indonesian journal health journal umpo ac index php IJHS article view 482
  3. Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru | Sehat Rakyat: Jurnal... doi.org/10.54259/sehatrakyat.v2i1.1541Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru Sehat Rakyat Jurnal doi 10 54259 sehatrakyat v2i1 1541
  4. Pengetahuan Manfaat Obat Terhadap Kepatuhan Penderita TBC Di Puskesmas 1 Baki | Safitri | Jurnal Wacana... doi.org/10.52822/jwk.v9i2.657Pengetahuan Manfaat Obat Terhadap Kepatuhan Penderita TBC Di Puskesmas 1 Baki Safitri Jurnal Wacana doi 10 52822 jwk v9i2 657
Read online
File size343.2 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test