STBASTBA

Jurnal SORA - Pernik Studi Bahasa AsingJurnal SORA - Pernik Studi Bahasa Asing

Kesulitan memilih verba memberi antara kurereru dan ageru menjadi salah satu yang menyulitkan pemelajar bahasa Jepang. Hal di atas menjadi latar belakang penelitian ini. Rumusan masalah penelitian ini yaitu apa saja bentuk kesalahan yang ada pada mahasiswa menyangkut hubungan sosial dan kalimat pada beri-terima jasa. Komponen kalimat ini terdiri dari subjek G/Giver, penerima R/Receiver dan S/Speaker). Jika status sosial S inferior terhadap G, sementara hubungan sosial S dengan R memenuhi kriteria uchi-soto, maka verba kureru pantas disematkan pada kalimat beri-terima. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menggambarkan bentuk error pada penggunaan kalimat beri-terima jasa bahasa Jepang antara lain menyangkut struktur semantik, fungsi kalimat, dan pengaruh sosial terhadap verba yarimorai. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan sumber data mahasiswa pemelajar bahasa Jepang di kampus Maranatha Bandung. Dari hasil analisis ditemukan tiga hal yakni kesalahan penempatan subjek, jenis predikat, peran semantik pengisi datif dan hubungan sosialnya.

Berdasarkan analisis yang dilakukan terdapat data yang didapat, terdapat kesalahan di beberapa posisi kalimat (struktur inti kalimat beri-terima), yakni penggunaan verba pada fungsi predikat yang tidak tepat.Kesalahan tersebut disebabkan tertukarnya subjek sebagai agentif berpindah peran menjadi penerima (datif) dan keterangan.Unsur verba yang memiliki hubungan sosial dekat atau jauh secara 内―外 (uchi-soto) atau status inferior, superior tidak dipahami sama sekali sehingga pemaknaan kalimat jadi sangat rancu.Kesalahan kerap terjadi pada distribusi komponen pengisi fungsi kalimat beri-terima jas terutama kategori atau jenis kata menyangkut S, speaker, H, hearer, R, receiver, dan hubungannya dengan predikat dan objek./ kemungkinan besar kurang dipahami dengan baik atau contoh pengantar angketnya tidak disimak dengan saksama.Kesalahan penggunaan verba くれるkureru dan もらう morau sangat dominan, menunjukkan tidak ada pemahaman mendasar tentang perbedaan kedua verba tersebut.Semoga penelitian selanjutnya dapat mengembangkan temuan ini.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang lebih mendalam tentang pengaruh hubungan sosial pada penggunaan verba beri-terima jasa dalam bahasa Jepang. Penelitian ini dapat fokus pada analisis lebih rinci tentang bagaimana status sosial dan hubungan antara pelaku bahasa mempengaruhi pemilihan verba yang tepat. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang strategi pembelajaran yang efektif untuk membantu mahasiswa pemelajar bahasa Jepang memahami konsep uchi-soto dan penggunaan verba yang sesuai dalam konteks sosial yang berbeda. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana pengaruh budaya dan norma sosial Jepang terhadap penggunaan bahasa, khususnya dalam konteks beri-terima jasa.

  1. JOS | Universitas Jenderal Soedirman. jos universitas jenderal soedirman skip main content navigation... doi.org/10.20884/1.jlitera.2021.3.1.4058JOS Universitas Jenderal Soedirman jos universitas jenderal soedirman skip main content navigation doi 10 20884 1 jlitera 2021 3 1 4058
  2. Kesalahan Penggunaan Konsep Uchi-Soto Pada Mahasiswa Pemelajar Bahasa Jepang Terhadap Kata Kerja Beri-Terima... jurnalsora.stba.ac.id/index.php/jurnal_sora/article/view/238Kesalahan Penggunaan Konsep Uchi Soto Pada Mahasiswa Pemelajar Bahasa Jepang Terhadap Kata Kerja Beri Terima jurnalsora stba ac index php jurnal sora article view 238
Read online
File size930.24 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test